Loading...
Loading…
Profil Biodata Gus Yahya, Calon Ketua Umum PBNU Beserta Visi Misi

Profil Biodata Gus Yahya, Calon Ketua Umum PBNU Beserta Visi Misi

Nasional | inewsid | Rabu, 22 Desember 2021 - 17:42

JAKARTA, iNews.id Profil KH Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya disebut calon terkuat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-34 NU di Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Selain Gus Yahya, calon ketua umum PBNU lainnya yakni Prof Dr KH Said Aqil Siroj yang kini masih memimpin PBNU.

Gus Yahya mengatakan bahwa dirinya maju terang-terangan sebagai ketua umum PBNU, bukan diminta. Saya nyalon ketua umum, melamar pekerjaan. Pekerjaannya apa? Seperti yang saya jelaskan tadi. Bukan karena, jika saya jadi ketua umum NU bisa nyalon presiden, nyalon wakil presiden. Itu saya tidak mau, katanya.

Atas dasar itu, Gus Yahya yakin, bahwa memang NU didirikan sebagai upaya merintis, dan menemukan format peradaban yang baru untuk menggantikan format lama yang runtuh. Mandat NU adalah mandat peradaban. Sebuah mandat raksasa, ujarnya dalam Ngopi Bareng Gus Yahya di sela-sela persiapan Muktamar ke-34 NU di Bandarlampung, Selasa (21/12/2021).

Gus Yahya merupakan putra salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Muhammad Cholil Bisri.

Sedari kecil, pria kelahiran 1966 ini berguru ke KH Ali Maksum Madrasah Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Menginjak masa kuliah, Gus Yahya, sapaan akrabnya, memutuskan untuk menuntut ilmu di FISIPOL Universitas Gajah Mada.

Gus Yahya juga menjadi pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang, Jawa Tengah. Selain itu, 2014 Gus Yahya bersama rekannya mendirikan institut keagamaan di California, Amerika Serikat yang bernama Bayt ar-Rahmah li ad-Da\'wa al-Islamiyah Rahmatan li al-Alamin. Institusi itu mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.

Bukan hanya dikenal sebagai tokoh agamawan, Gus Yahya disebut-sebut merupakan pegiat ikhwal "rahmah" dalam penyelesaian konflik kemanusiaan dunia.

Tokoh NU yang kini menjabat sebagai Katib Aam PBNU ini pernah menuai kontroversi lantaran aksinya memenuhi undangan dialog dari American Jewish Committee (AJC) Global Forum untuk datang ke Israel pada Juni 2018.

Dalam bidang politik, Gus Yahya pernah menduduki jabatan penting di pemerintahan. Pada masa kepemimpinan Presiden ke-4 RI, Gus Yahya pernah menjabat sebagai juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid. Kemudian pada 31 Mei 2018, ia dilantik menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Joko Widodo hingga tahun 2019.

Berikut Biodata Lengkap Gus Yahya:

Nama : KH Cholil Yahya Staquf

Tempat Lahir: Desa Leteh, Kecamatan, Kabupaten Rembang tanggal 16 Februari 1966.

Nama Ayah: KH M Cholil Bisri

Nama Ibu Kandung: Nyai Hj Muhsinah

Adik Kandung: Yaqut Cholil Qoumas yang kini menjabat Menteri Agama

Pendidikan: Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gajah Mada

Organisasi:

- Institut keagamaan di California, Amerika Serikat yang bernama Bayt ar-Rahmah li ad-Da\'wa al-Islamiyah Rahmatan li al-alamin

-Katib Aam PBNU 2019-2021

Karier:

- Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid

- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Joko Widodo hingga tahun 2019.

Visi Misi Gus Yahya

Gus Yahya yang menjadi calon terkuat Ketua Umum PBNU mengajak Nahdliyin untuk tidak sekadar memahami NU sebagai identitas. Sebab, NU didirikan membawa mandat peradaban.

Menurut Gus Yahya, jika hal itu terjadi, NU hanya jalan di tempat, dan baru bergerak jika diserang. Tapi tidak ada langkah untuk mengejar suatu tujuan tertentu di masa depan.

Ini penting sekali untuk dipahami semua kader NU, supaya kemudian siap untuk bergerak bekerja menjalankan agenda-agenda organisasi, ujarnya dalam Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021).

Gus Yahya mengakui, upaya untuk menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan butuh perjuangan. Namun dengan trigger yang kuat, komunikasi, dan kerja sama, semua itu bisa dilakukan.

Dia pun mengajak, kader-kader NU harus berani berpikir soal ini. Sebab jika tidak, nanti hanya berebut remeh temeh seperti yang selama ini terjadi. Maka mulai sekarang, kita harus membangun mentalitas dan mindset untuk berpikir soal mandat peradaban itu, katanya.

Apalagi, di generasinya ke bawah, hal ini bukan sesuatu yang sulit. Sebab sudah ada sosok yang memulai, sehingga tinggal meneruskan. Sosok tersebut adalah KH Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Gus Dur sudah memulai. Pergulatan politik, pemikirannya sudah bisa kita lihat. Bahwa Gus Dur melakukan perjuangan peradaban, katanya.

Atas dasar itu, kata Gus Yahya, sosok Gus Dur akan selalu dibutuhkan. Sayang, sosoknya sudah tidak ada di dunia ini. Apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak punya pilihan. Kita harus menghidupkan Gus Dur, dengan cara menghidupkan pemikiran dan idealismenya di organisasi. Maka ber NU, sama dengan ber Gus Dur, ujarnya.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menyebut, NU berdiri pada 1926 usai kekhalifahan Turki Utsmani runtuh di tahun 1924. Padahal pada zaman itu, kekhalifahan Turki Utsmani menjadi model dunia keislaman.

Kekhalifahan Turki Utsmani ini bisa saya sebut imperium terbesar yang pernah ada sepanjang sejarah. Bisa dibandingkan dengan imperium Iskandar Zulkarnaen, paparnya.

Kemudian, jelas Gus Yahya, salah satu pendiri NU KH Wahab Chasbullah yang sempat berada di Arab menyatakan bahwa Arab Saudi tidak bisa dijadikan model. Sehingga akhirnya bersama-sama mendirikan NU ini.

Kesimpulan deduktif saya, pendirian NU ini adalah upaya menemukan format peradaban baru. Pasti skalanya global. Maka lambang yang dipilih adalah lambang jagad, bola dunia, katanya.

Original Source

Topik Menarik

{