Loading...
Loading…
Wali Kota Surabaya: Pejabat Tak Boleh Terlalu Lama di Satu Pos

Wali Kota Surabaya: Pejabat Tak Boleh Terlalu Lama di Satu Pos

Nasional | jawapos | Selasa, 21 Desember 2021 - 11:31

JawaPos.com Gerbong mutasi di lingkungan Pemkot Surabaya kembali bergulir. Perombakan menimpa sedikitnya 15 pejabat eselon II. Yakni, 13 jabatan kepala dinas dan 2 jabatan asisten. Pantauan Jawa Pos, sebagian besar yang dimutasi adalah pejabat lama. Mereka memimpin organisasi perangkat daerah (OPD) sejak wali kota masih dijabat Tri Rismaharini.

Salah seorang yang digeser adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati. Erna kini menjabat asisten pemerintahan dan kesejahteraan. Pejabat lain yang juga digeser adalah Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya Febria Rachmanita. Feni didapuk sebagai asisten administrasi umum. Selain itu, ada Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Supomo. Saat ini Supomo mengemban tugas sebagai staf ahli wali kota bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia (SDM).

Iksan juga salah satu pejabat yang terkena rotasi. Mantan asisten perekonomian dan pembangunan itu kini bertugas sebagai kepala Inspektorat Pemkot Surabaya. Musdiq Ali Suhud kini menempati jabatan baru sebagai kepala badan pendapatan daerah. Jabatan lamanya sebagai kepala dinas perpustakaan dan kearsipan (dispusip) diemban oleh Mia Santi Dewi yang sebelumnya menjabat kepala badan kepegawaian daerah (BKD).

Selain perombakan kepala OPD, ada juga pelantikan karena menyesuaikan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang baru. SOTK tersebut mulai berlaku Januari 2022.Misalnya, ada sejumlah dinas yang bergabung. Di antaranya, dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH) dan dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman, cipta karya dan tata ruang (DPRKP CKTR).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, mutasi adalah hal biasa. Setiap kepala OPD, kata dia, tidak boleh terlalu lama dalam satu pos. Maksimal dua atau tiga tahun harus ada perputaran lagi. Tujuannya, pejabat yang bersangkutan bisa merasakan OPD yang berbeda. Dengan begitu, akan saling melengkapi satu sama lain, jelas Eri.

Sebab, ketika terjadi perombakan atau pergeseran, komunikasi antarkepala OPD tetap akan terjalin dengan baik. Sehingga tidak ada istilah bingung kalau nanti diputar lagi, kata Eri.

Dia menyampaikan, salah satu tujuan mutasi adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Berbagai persoalan harus lebih cepat ditangani. Di bidang pendidikan dan kesehatan misalnya. Kepala OPD di bidang itu ke depan harus lebih mengenal masyarakat. Untuk bidang kesehatan, misalnya, dia berharap tidak ada lagi bayi stunting, gizi buruk, hingga anak putus sekolah di Kota Surabaya. Juga tidak ada lagi orang yang tidak bisa berobat.

Kalau ini yang harus diwujudkan, satu-satunya jalan, kita harus punya data kuat di bawah, imbuh Eri.

Karena itu, Eri berharap semua kepala OPD harus bergerak cepat ke bawah. Tentu berkoordinasi dengan para camat dan lurah. Jadi, saya tegaskan bahwa lurah sampai kepala OPD itu bukan orang-orang buangan, tegasnya.

PEROMBAKAN BESAR DI ERA ERI

Wali Kota Eri Cahyadi merotasi 15 pejabat eselon II.

Tiga jabatan penting yang dirotasi adalah kepala dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP), kepala dinas kesehatan (Kadinkes), dan kepala dinas pendidikan (Kadispendik).

Selain perombakan kepala OPD, juga ada penyesuaian SOTK.

Eri sebut rotasi adalah hal biasa.

Rotasi dilakukan melalui proses asesmen.

Sumber: Reportase Jawa Pos

Original Source

Topik Menarik