Loading...
Loading…
Bikin Perusahaan Bareng Teman, Komisaris Dipecat tanpa Pemberitahuan

Bikin Perusahaan Bareng Teman, Komisaris Dipecat tanpa Pemberitahuan

Nasional | jawapos | Selasa, 21 Desember 2021 - 11:11

JawaPos.com Richard Sutanto diberhentikan dari jabatannya sebagai komisaris PT Hobi Abadi Internasional (HAI) oleh Benny Soewanda yang menjabat direktur utama dan Irwan Tanya sebagai direktur perusahaan tersebut. Pemberhentian itu dilakukan melalui mekanisme rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang tidak pernah diketahuinya. Padahal, Richard sudah lama berteman dengan Benny dan Irwan.

Saya sudah 27 tahun berteman dengan Irwan dan Benny. PT saya yang mendirikan pada 2013. Saya ajak mereka karena potensinya bagus, ujar Richard saat memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Benny dan Irwan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Senin (20/12).

Pemberhentian dirinya sebagai komisaris baru diketahuinya saat datang ke kantor bank untuk meminta mutasi rekening. Pihak bank menolak menyerahkannya karena sudah ada perubahan akta perusahaan yang menyatakan Richard sudah bukan komisaris lagi. Akta itu ternyata berdasar hasil RUPSLB pada 3 November 2020 yang tidak dihadirinya.

Saya tidak dapat undangan (RUPSLB) sama sekali. Salinan akta saya minta, tapi sampai sekarang juga tidak dikasih, katanya.

Tiga bulan sebelum RUPSLB, Richard sebenarnya sempat bertemu dengan Benny dan Irwan. Ketika itu dia meminta laporan keuangan direktur. Namun, keduanya tidak memberikannya. Waktu ketemu, tidak bahas sama sekali akan diadakan RUPSLB, tuturnya.

Richard merasa heran dengan sikap dua koleganya tersebut. Padahal, mereka tahu nomor teleponnya dan alamat rumahnya di Graha Famili. Namun, tidak ada undangan yang dikirimkan ke alamat rumahnya maupun komunikasi melalui telepon.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Bima, menyatakan bahwa Richard sudah pernah diundang untuk hadir di RUPSLB melalui surat kabar. Kerugian materiil yang diderita Richard, menurut dia, juga tidak jelas. Kalau audit, harus secara akuntan. Audit intern hanya sebagai kontrol, bukan judgement. Deviden belum dibagi karena ketika itu belum ada RUPS. Mengenai gaji, komisaris boleh tidak digaji, jelas Bima.

Benny dam Irwan diadili dan didakwa memasukkan keterangan tidak benar ke surat pernyataan keputusan rapat perseroan terbatas tentang pengesahan dan pengangkatan anggota direksi dan komisaris perseroan yang baru. Dalam surat itu, Richard disebut diundang, tetapi kenyataannya tidak pernah diundang untuk hadir di RUPSLB.

Original Source

Topik Menarik