Loading...
Loading…
Satgas Nasional Covid-19 Kawal Muktamar NU

Satgas Nasional Covid-19 Kawal Muktamar NU

Nasional | jawapos | Selasa, 21 Desember 2021 - 10:49

JawaPos.com Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung akan dihadiri ribuan orang. Massa yang besar itu berpotensi menjadi sumber persebaran Covid-19. Tak ingin terjadi hal-hal yang tak diinginkan, Satgas Nasional Penanganan Covid-19 bakal turun langsung ke lokasi muktamar.

Mereka akan melakukan pemantauan ketat untuk memastikan semua yang hadir mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Kasatgas Letjen TNI Suharyanto akan hadir memantau langsung ke lokasi, kata Kepala Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny B. Harmadi kepada Jawa Pos kemarin (20/12).

Panitia muktamar, ungkap Sonny, sudah beberapa kali berkomunikasi dengan satgas. Secara umum, kata dia, satgas menilai upaya mitigasi telah disiapkan dengan baik oleh panitia. Tapi, yang paling penting adalah pelaksanaannya. Memastikan seluruh peserta mematuhi prokes dengan baik, tuturnya.

Beberapa poin kesepakatan antara panitia dan satgas, jelas Sonny, adalah pembatasan jumlah peserta yang telah dibagi ke beberapa titik. Panitia telah menjelaskan kepada satgas tata cara pelaksanaannya. Termasuk teknis penerapan prokes. Waktu pelaksanaan juga diperpendek dari tiga hari menjadi dua hari, ujar Sonny. Sebelumnya muktamar dijadwalkan pada 23 hingga 25 Desember 2021. Namun, pada Kamis (16/12) lalu, panitia mengumumkan bahwa muktamar dimajukan menjadi 22 hingga 23 Desember 2021.

Ketua Panitia atau Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-34 NU KH M. Imam Aziz menegaskan, hal tersebut menyesuaikan dengan keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas surat dari BNPB serta rekomendasi dari menteri dalam negeri, Mabes Polri, serta Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). Jadi, muktamar dimulai 22 Desember untuk pembukaan. Penutupannya tanggal 24 Desember pagi, terangnya.

Setelah itu, lanjut Imam, peserta akan kembali ke daerah masing-masing sesudah melakukan tes usap antigen atau PCR yang disediakan panitia. Rekomendasi utama BNPB, imbuh dia, adalah agar muktamar tidak bersamaan dengan masa PPKM yang dimulai pada 24 Desember 2021. Meski demikian, Imam menyatakan, pihaknya melobi satgas agar mengizinkan acara penutupan sederhana pada 24 Desember di pagi hari. Tapi, syukur-syukur kalau bisa dilaksanakan malam hari (sebelumnya, Red), ujar dia.

Di sisi lain, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, menyumbang 1 ton bubuk kopi untuk pelaksanaan muktamar NU. Sumbangan tersebut dibungkus dalam kemasan 500 gram sehingga menjadi 2.000 kemasan. Minggu (19/12) lalu sumbangan itu diterima Ketua PWNU Lampung yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Moh. Mukri.

Ketua MWCNU Ulubelu Mahruri menjelaskan bahwa sumbangan bubuk kopi tersebut demi menyukseskan agenda muktamar NU. Dia menerangkan, bubuk kopi itu merupakan infak dari nahdliyin se-Kecamatan Ulubelu. Pengumpulannya dikomandoi oleh sekretaris MWCNU Ulubelu, katanya kemarin (20/12).

Tiga Calon

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kemarin meninjau persiapan muktamar di Ponpes Darussaadah, Lampung Tengah. Namun, Said enggan berkomentar banyak terkait pencalonannya. Siap! Kalau berapa persen dukungan, waduh, hanya Allah yang tahu, katanya kepada Radar Lampung .

Terkait berapa calon yang muncul, Said menyatakan sejauh ini ada tiga calon. Anda-Anda lah yang lebih tahu, selorohnya. Siapa saja tiga orang yang dimaksud Said? Satu orang adalah Said sendiri. Lalu, Katib Am PBNU Yahya Cholil Staquf juga telah menyatakan maju. Lantas, satu orang lagi dikabarkan adalah KH Abdul Khalim Mahali dari Pekanbaru. Dia dikenal sebagai cucu dewan pendiri NU. Kabar itu diungkapkan Dewan Penasihat DPC PKB Lampung Tengah KH Slamet Anwar. Pak Kiai Abdul Khalim Mahali juga ikut maju sebagai calon Ketum PBNU. Cucu dewan pendiri NU, katanya kepada Radar Lampung .

Original Source

Topik Menarik