Loading...
Loading…
Jika Cuaca Buruk, Jangan Keluyuran Deh Waspada, Puluhan Ribu Pohon Rawan Tumbang

Jika Cuaca Buruk, Jangan Keluyuran Deh Waspada, Puluhan Ribu Pohon Rawan Tumbang

Nasional | rm.id | Selasa, 21 Desember 2021 - 06:45

Warga Ibu Kota sebaiknya lebih berhati-hati jika berpergian saat cuaca buruk. Sebab, ada puluhan ribu pohon tua dan tinggi di Jakarta rawan tumbang.

Hujan disertai angin kencang yang kerap terjadi pada musim hujan ini berpotensi menyebabkan pohon berusia tua tumbang. Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu memberi tips untuk menghindari risiko merugikan dari fenomena alam seperti pohon tumbang.

Zaman sekarang sudah modern. Kita bisa memantau kondisi dan cuaca dari ponsel. Bila ada potensi angin kencang, lebih baik tunda dulu perjalanan. Ini kami bicara dari sisi keamanan. Artinya lebih ke pencegahan, ujar Jusri di Jakarta, kemarin.

Saran penundaan perjalanan, lanjutnya, ditujukan bukan hanya untuk pemotor, tapi juga mobil. Meski dari tingkat fatalitas, pemotor lebih berpotensi mengalami musibah berat. Namun, bukan berarti pengguna mobil terjamin keselamatannya.

Apalagi jenis objek yang terjatuh tak terduga. Bisa saja yang tumbang bukan pohon, tetapi tiang listrik ataupun billboard yang terpasang di pinggir jalan, ingatnya.

Jusri mengingatkan, hindari parkir dan berteduh di bawah pohon besar. Karena, pohon besar rawan tumbang. Terutama jika terjadi hujan yang disertai angin kencang,

Pemangkasan Pohon

Puluhan pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang, terjadi Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (17/12). Kejadian itu merusak rumah, kendaraan, dan menyebabkan seorang pengendara motor tewas. Korban tewas bernama Panduwinata.

Kepala Suku Dinas (Sudin) Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Winarto menerangkan, Panduwinata tewas karena menabrak pohon.

Korban (Panduwinata) jatuh akibat nabrak pohon palem. Nah, pohonnya kemudian tumbang dan menimpa mobil yang kebetulan sedang melintas, ujar Winarto saat dihubungi Rakyat Merdeka , Minggu (19/12).

Winarto menegaskan, sebelum kejadian itu, pihaknya secara masif dan rutin memangkas pohon yang dianggap rawan tumbang. Sejak Januari-Desember 2021, pihaknya sudah memangkas 26.500 pohon.

Tapi akhir-akhir ini, dengan adanya hujan deras dan angin, masih ada pohon tumbang, ucapnya.

Winarto menuturkan, jika ada masyarakat menjadi korban akibat pohon tumbang, bisa mengklaim ganti kerugian, baik kerugian harta benda, luka, dan meninggal dunia.

Caranya, korban datang ke Dinas Pertamanan dan Hutan Kota di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kami (Sudin) hanya membuatkan surat pengantar atau keterangan saja jika yang bersangkutan menjadi korban akibat pohon tumbang, pungkasnya.

Selain di Jakarta Selatan, pohon tumbang terjadi di 13 titik di Jakarta Barat, Jumat (18/12).

Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat Djauhar Arifien mengatakan, kasus pohon besar tumbang di wilayahnya, tidak banyak. Sebagian hanya dahan tumbang. Untungnya tidak ada korban dari kejadian itu.

Hanya menimbulkan arus lalu lintas tersendat saja, ujarnya.

Pasca puluhan pohon tumbang di beberapa titik di Ibu Kota, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mengerahkan 455 personel pasukan hijau melakukan pemangkasan pohon di lima wilayah kota, Sabtu (18/12).

Pemangkasan dilakukan secara serentak di 29 titik. Di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan masing-masing 12 titik. Kemudian, Jakarta Timur 3 titik dan Jakarta Utara dan Jakarta Barat masing-masing satu titik, ungkap Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati di Jakarta, kemarin.

Selain melakukan pemangkasan, lanjutnya, pihaknya melakukan pengecekan kondisi pohon dengan menggunakan alat Arborsonic

Suzi mengungkapkan, sejak Januari hingga November 2021, pihaknya telah melakukan pemangkasan terhadap 96.237 pohon. Frekuensi pemangkasan lebih tinggi dilakukan bulan Agustus sampai November sebanyak 36.379 pohon.

Ganti Rugi

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan menyayangkan kejadian pohon tumbang yang menyebabkan seorang pengendara motor meninggal dunia.

Harusnya hal seperti ini (pohon tumbang) sudah diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, khususnya Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, katanya kepada Rakyat Merdeka melalui sambungan telepon, Minggu (19/12).

Menurutnya, jajaran Pemprov DKI mesti mempunyai sense of crisis atau peka terhadap musibah yang berpotensi terjadi pada musim hujan.

Semestinya dari mulai Oktober sudah diantisipasi. Toping dan pangkas pohon rawan tumbang. Jangan sudah kejadian baru sibuk menebang pohon, sentil Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

August meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota memberi ganti rugi kepada semua korban pohon tumbang. Apalagi, dana ganti rugi sudah disiapkan.

Setiap tahun Dinas Pertamanan dan Hutan Kota itu menganggarkan dana asuransi untuk korban akibat kejadian seperti ini. Dan warga yang menjadi korban bisa mengklaimnya, ucapnya. [DRS]

Original Source

Topik Menarik

{