Loading...
Loading…
Eng-Ing-Eng... Kata Pengamat Akan Ada 3 Capres di 2024, Yaitu...

Eng-Ing-Eng... Kata Pengamat Akan Ada 3 Capres di 2024, Yaitu...

Nasional | wartaekonomi | Selasa, 14 Desember 2021 - 20:30

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio memprediksi, akan ada tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada pemilihan presiden (Pilpres 2024).

"Kalau melihat petanya sih saya menilai, kemungkinan besar bisa tiga pasang," ujar Hensat, sapaan akrabnya, Minggu (12/12).

Dia kemudian memaparkan prediksinya. Pasangan calon pertama, berasal dari PDIP plus satu partai Islam. Bisa dengan PAN, PKB, atau PPP.

Kemudian calon kedua, bisa didorong oleh Golkar dan Gerindra. Dan yang ketiga, pasangan yang didorong NasDem, Demokrat, PKS, dan sisa partai Islam yang belum berkoalisi. Bisa dengan PAN, atau PKB.

"Nah kalau peta koalisinya demikian maka akan sangat menarik sekali kalau 3 pasang calon terjadi itu. Mudah-mudahan polarisasi, pembagian kubu tidak seperti waktu 2014 dan 2019," harapnya.

Saat ini, menurutnya, hanya PDIP satu-satunya parpol yang dipastikan bakal mengusung capresnya sendiri pada 2024.

"Peta pilpres hari ini yang pasti bisa itu cuma satu orang, namanya Megawati Soekarnoputri. Karena sebagai Ketua Umum PDIP, dia bisa menentukan sendiri siapa capres dari PDIP," tutur Hensat.

Baca Juga :
Soal Wacana Jokowi 3 Periode, Iwan Fals Usul Ahok dan Rocky Gerung Jadi Presiden

PDIP sendiri diyakini bisa sendirian mengusung capresnya. Tidak harus berkoalisi dengan partai lain.

"Jadi per hari ini, yang bebas menentukan itu adalah PDIP, sehingga hampir pasti calon presiden PDIP, siapapun itu, akan bisa masuk ke kancah Pilpres 2024. Yang lain sangat tergantung parpolnya," urainya.

Dari berbagai survei, PDIP memang masih diunggulkan untuk jadi pemenang Pileg 2024. Tapi, diingatkan Hensat, di Indonesia, hasil Pileg bisa berbeda dengan hasil Pilpres.

"Jadi bisa saja nanti misalnya partai yang menang PDIP atau Golkar, tapi bisa saja jangan-jangan capres yang menang bukan yang diusulkan dua partai itu, bisa saja usulan NasDem, Demokrat, atau PKS," tandasnya

Original Source

Topik Menarik