Loading...
Loading…
Islam Dan Kesehatan Masyarakat (7): Memanfaatkan Logal Genus (2)

Islam Dan Kesehatan Masyarakat (7): Memanfaatkan Logal Genus (2)

Nasional | rm.id | Jumat, 10 Desember 2021 - 06:20

Ada mata yang mampu melihat peristiwa-peristiwa yang belum terjadi, seperti pengalaman Khidlir bersama Nabi Musa dalam Q.S. Al-Kahfi/18, dan banyak lagi pengalaman mistik para Wali Allah sebagaimana dapat di lihat dalam kitab Jami Karamat al-Auliya (Kumpulan Kekeramatan Para Wali), dua jilid, karya Yusuf al-Nabhani., lintas agama dan budaya.

Kemampuan supernatural (local genus) menjadi fenomena universal. Di setiap tempat kita bisa menjumpai orang-orang pandai, karena memang ilmu-ilmu kauniyah Tuhan universal. Aksessibilitasnya juga tidak mensyaratkan symbol-simbol formal. Jika seseorang mampu memiliki jiwa yang prima, bersih dan tangguh (istiqamah), maka keajaiban bisa saja terjadi pada diri orang itu.

Upaya untuk sampai kepada tempat (maqam) ini memang membutuhkan latihan-latihan spiritual secara telaten. Tehnik dan latihan itu bisa saja berbeda antara satu sama lain. Adakalanya seseorang menempuh latihan dengan cara memanfaatkan kekuatan-kekuatan mistik-spiritual. Jika cara-cara yang dilalui menafikan prinsip-prinsp luhur kemausiaan, apa lagi tujuannya untuk memenuhi hasrat keinginan biologisnya, maka cara itu bisa disebut black magic. Sebaliknya jika yang bersangkutan menempuh cara-cara luhur, tidak menyimpang dari prinsip nilai luhur kemanusiaan, maka cara itu disebut white magic. Black magic dan white magic berpotensi digunakan untuk tujuan-tujuan subyektif dan tidak terpuji.

Baca Juga :
SMK Kesehatan Genus Sumbar MoU dengan Pemko Padang

Dalam Islam dikenal adanya sihir (sikhr), yaitu suatu keadaan luar biasa dimaksudkan untuk tujuan-tujuan subyektif dan lebih cenderung negative. Islam tidak mentolerir pengamalan ilmu sihir dan black magic. Bahkan dengan white magic sekalipun jika itu dimaksudkan untuk kepentingan-kepentingan subyektif-negatif.

Islam membenarkan berbagai cara untuk mewujudkan kondisi manusia sehat, prima, utuh dan tangguh, sepanjang cara-cara tersebut tidak menempuh jalan-jalan yang sesat sebagai mana disebutkan tadi. Jika ada penemuan baru atau lama, yang terbukti meningkatkan kualitas kesehatan manusia, sungguhpun itu bersumber dari wilayah non-Islam maka itu dapat diterima dalam Islam.

Original Source

Topik Menarik

{