Loading...
Loading…
Sekjen Kemenkumham: Cegah Korupsi, ASN Kemenkumham Wajib Ber-Akhlak

Sekjen Kemenkumham: Cegah Korupsi, ASN Kemenkumham Wajib Ber-Akhlak

Nasional | rm.id | Kamis, 09 Desember 2021 - 12:28

Setiap tanggal 9 Desember, masyarakat internasional memperingatinya sebagai hari anti korupsi sedunia. Peringatan ini dilakukan sebagai warning , bahwa perilaku korupsi telah sangat kronis karena mengalami peningkatan, baik kuantitas maupun kualitas.

Padahal, Indonesia akan menjadi sebuah negara yang besar apabila dapat berhasil mengantisipasi berbagai tingkat kerawanan korupsi.

Salah satu modus korupsi, dapat dilakukan melalui jalur-jalur birokrasi, baik antar birokrat maupun antara birokrat dengan masyarakat (termasuk pengusaha). Tersangka utama dari tipologi ini adalah para aparatur sipil negara (ASN).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Andap Budhi Revianto pun mewanti-wanti jajarannya agar tidak melakukan korupsi.

"Saya ingatkan kembali kepada seluruh jajaran, khususnya ASN Kemenkumham, untuk jangan pernah bermimpi dan mengarahkan pikiran apalagi berani melakukan segala tindakan penyalahgunaan jabatan maupun wewenang. Karena itu bagian dari tindakan korupsi," tegas Andap dari ruang kerjanya, di Jakarta, Kamis (9/12).

Andap mengingatkan dampak korupsi yang mampu meluluhlantakkan seluruh segi dan persendian kehidupan bangsa. Mulai dari stabilitas keamanan masyarakat, kesejahteraan, nilai demokrasi, norma serta etika keadilan dan terhambatnya pembangunan nasional dengan terganggunya supremasi hukum.

Karenanya, jenderal bintang tiga dan mantan Kapolda tiga kali itu menegaskan tidak akan membela jajarannya apabila terbukti melakukan tindak korupsi. "Saya tidak akan pernah mentolerir atau membela siapapun dari jajaran saya yang terbukti melakukan perilaku korup," tegas Andap.

Dia menegaskan pentingnya ASN menerapkan prinsip Ber-Akhlak untuk mencegah korupsi. Ber-Akhlak merupakan nilai dasar atau core value ASN yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Ber-Akhlak merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Menurut Andap, core value ber-Akhlak ini sejalan dengan semangat dan amanat konvensi PBB terkait United Nations Convention against Corruption mengenai anti korupsi.

"United Nations Convention against Corruption mengamanatkan tiga kunci utama dalam pemberantasan korupsi yaitu integritas, akuntabilitas dan transparansi," paparnya. "Akhlak adalah kunci dari integritas jiwa. Sementara integritas adalah kunci utama dalam pencegahan korupsi," tandasnya. [DIR]

Original Source

Topik Menarik