Loading...
Loading…
Pemberantasan Korupsi Belum Baik, Jokowi: Apgakum Jangan Berpuas Diri

Pemberantasan Korupsi Belum Baik, Jokowi: Apgakum Jangan Berpuas Diri

Nasional | jawapos | Kamis, 09 Desember 2021 - 11:42

JawaPos.com Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan aparat penegak hukum untuk tidak berpuas diri dalam upaya pemberantasan korupsi. Dia berpendapat, masyarakat masih menilai pemberantasan korupsi di Indonesia belum sepenuhnya baik.

Aparat penegak hukum termasuk KPK sekali lagi jangan cepat berpuas diri dulu, karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai belum baik. Kita semua harus sadar mengenai ini, kata Jokowi dalam puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021 di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/12).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berujar, korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Maka dari itu penanganannya juga memerlukan metode yang luar biasa.

Dilihat dari jumlah kasus yang ditangani aparat penegak hukum jumlahnya juga termasuk luar biasa, ungkap Jokowi.

Selama Januari hingga November 2021, lanjut Jokowi, Polri telah menyidik sedikitnya 1.032 perkara korupsi, Kejaksaan sebanyak 1.486 perkara korupsi, sementara KPK 109 perkara korupsi.

Mengutip sebuah survei nasional yang digelar pada November 2021, Jokowi menyebut, masyarakat menempatkan pemberantasan korupsi sebagai permasalahan kedua yang mendesak untuk diselesaikan dengan proporsi 15,2 persen, di bawah penciptaan lapangan pekerjaan mencapai 37,3 persen. Setelahnya, harga kebutuhan pokok mencapai 10,6 persen.

Dia berpandangan, jika ketiga permasalahan tersebut menjadi satu kesatuan, maka tindak pidana korupsi menjadi pangkal permasalahannya. Menurutnya, korupsi bisa mengganggu penciptaan lapangan kerja, korupsi juga bisa menaikkan harga kebutuhan pokok.

Oleh karena itu, Jokowi menuturkan penanganan korupsi memerlukan metode baru yang lebih luar biasa, sehingga metode tersebut harus terus diperbaiki dan disempurnakan.

Sehingga penindakan korupsi, diharapkan jangan hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan. Namun, diperlukan upaya-upaya yang lebih fundamental, mendasar, dan komprehensif, serta dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Upaya penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu. Bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan memberikan efek menakutkan (deterrence effect) kepada yang berbuat, tetapi penindakan juga sangat penting untuk menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian, pungkas Jokowi.

Original Source

Topik Menarik