Loading...
Loading…
Kapolri Ingin Lemdiklat Jadi Dapur Pencetak Polisi Unggul Yang Dicintai Masyarakat

Kapolri Ingin Lemdiklat Jadi Dapur Pencetak Polisi Unggul Yang Dicintai Masyarakat

Nasional | rm.id | Kamis, 09 Desember 2021 - 10:31

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berharap Lemdiklat Polri bisa menjadi "dapur" untuk mencetak sosok personel kepolisian yang memiliki kompetensi dan kualitas yang baik, seperti harapan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Sigit dalam sidang pleno Dewan Pendidikan dan Pelatihan (Wandiklat) Polri, Rabu (8/12). Menurut Sigit, Wandiklat memiliki peran penting sebagai tahap awal perumusan kebijakan yang menentukan kompetensi dan kualitas seorang prajurit Korps Bhayangkara.

"Oleh karena itu untuk pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Polri yang unggul, Lemdiklat Polri menjadi kunci utama sebagai "dapur" pengolahan SDM Polri. Agar betul-betul terwujud SDM Polri yang unggul," ujar Sigit dalam arahannya.

Dalam Wandiklat ini, mantan Kapolda Banten tersebut juga menekankan pentingnya menerapkan tiga kompetensi. Ketiganya yakni, kompetensi teknis, kompetensi leadership dan kompetensi etika.

Serta, tetap mengacu pada delapan standar pendidikan Polri, yaitu standar kompetensi kelulusan, standar isi, standar proses, standar pendidik, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.

"Delapan standar pendidikan ini tentunya harus kita jadikan acuan sehingga betul-betul bisa dilaksanakan dengan baik," imbaunya.

Eks Kabareskrim Polri ini menegaskan, tiga kompetensi itu harus diterapkan di seluruh pendidikan yang ada. Mulai dari Pendidikan Pembentukan (Diktuk), Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) dan Pendidikan Pengembangan Umum (Dikbangum).

Dengan begitu, bisa "lahir" personel Polri yang memiliki kemampuan sebagai Polri yang memiliki SDM yang mumpuni, unggul, dan profesional.

"Sehingga kita mampu lahirkan dan wujudkan personel Polri yang pada saat melaksanakan tugasnya menjadi Polri yang betul-betul bisa dekat dengan masyarakat, bisa dipercaya masyarakat dan dicintai masyarakat. Ini adalah PR kita," ucap Sigit.

Sigit berharap, Lemdiklat Polri menanamkan ketiga kompetensi itu sejak awal mula pendidikan dan pelatihan dengan cara yang tepat dan proporsional. Dari segi pembentukan, kompetensi teknis dan kompetensi etika harus disajikan. Kemudian dari segi pengembangan, kompetensi leadership dan etika yang harus ditanamkan.

"Pendidikan pengembangan Dikbangspes, kompetensi teknis yang kita harapkan betul-betul bisa dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas terkini," tutur Sigit.

Dari proses pembentukan, personel kepolisian harus dapat melakukan diskresi kepolisian dan penggunaan kekuatan secara bertanggung jawab. Soalnya, hal itu harus sesuai dengan asas legalitas, proporsionalitas, nesesitas (keperluan) dan akuntabilitas.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga mengingatkan soal harapan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan SDM yang unggul dan Presisi dalam menjalankan tugas serta wewenangnya. Karena itu, pengembangan SDM di Korps Bhayangkara menjadi salah satu peran yang sentral.

"Untuk itu pengembangan SDM Polri harus diperhatikan secara serius. Mulai dari rekrutmen pendidikan dan promosi harus dilakukan transparan dan akuntabel. Kemudian harus dibentuk dan diciptakan karakter sesuai dengan tugas Polri dan tentunya harus menguasai ilmu pengetahuan yang baru," tutup Sigit. [OKT]

Original Source

Topik Menarik

{