Loading...
Loading…
Kegiatan Masyarakat Tetap Dibatasi

Kegiatan Masyarakat Tetap Dibatasi

Nasional | radarjogja | Kamis, 09 Desember 2021 - 08:46

RADAR JOGJA Meski tidak ada penyekatan perbatasan, pembatasan kegiatan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru. Meskipun PPKM level tiga nasional dibatalkan.Yang menyangkut pandemi termasuk leveling PPKM itu hak prerogatif pemerintah pusat, sebut Bupati Bantul Abdul Halim Muslih kepada wartawan Rabu (8/12).

Dijelaskan, pandemi belum dinyatakan usai atau menjadi endemi. Endemi itu bisa bersifat lokal, sementara pandemi bersifat nasional. Sehingga keputusannya menjadi hak presiden. Kalau presiden menyatakan ini turun, kita turun. Kalau presiden menyatakan levelnya naik, kita ikut naik. Kalau presiden menyatakan semua ditutup ya ditutup, ujarnya.

Sementara wacana PPKM level tiga yang sedianya dilaksanakan pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022 dan dibatalkan, menandakan objek wisata (obwis) dapat beroperasi. Tapi kewaspadaan terhadap varian baru Covid-19 tetap harus menjadi perhatian. Telah disuarakan oleh presiden dan kemenkes. Sehingga seluruh daerah diminta kewaspadaannya, ucapnya.

Untuk itu, penerapan protokol kesehatan (prokes) harus terus dilakukan dengan konsisten. Seperti wajib menggunakan masker di tengah kerumunan. Selain itu, petunjuk teknis (juknis) terkait penerapan pembatasan tetap akan dilakukan. Untuk juknis yang sudah diterapkan akan tetap diterapkan. Jadi ingat, Perbup mengenai PPKM merupakan turunan yang sama persis dari Pergub. Pergub adalah turunan yang sama persis dengan Permenkes, tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIJ, Singgih Raharjo menyebut tidak akan lakukan penutupan terhadap berbagai obwis. Namun, dipastikan akan dilakukan pengaturan tegas. Sudah dikeluarkan instruksi Gubernur mengikuti Kemendagri. Beberapa pengaturan, tempat wisata diperbolehkan buka dengan kapasitas 25 persen. Hotel juga, bebernya.

Pengawasan jumlah pengunjung di obwis dilakukan melalui monitoring aplikasi Visiting Jogja. Selain itu, pembatasan melalui aplikasi PeduliLindungi. Kami kerjasama dengan pemerintah kabupaten-kota untuk penegakan prokes, tuturnya.

Guna menekan timbulnya kerumunan, perayaan pergantian tahun dilarang. Baik perayaan di obwis maupun hotel. Tidak ada perayaan tahun baru. Kami berharap ini bisa dipatuhi oleh seluruh Desa Wisata dan pengelola destinasi. Supaya kita bisa melewati tahun 2021 menyambut 2022 lebih leluasa, sehat, dan aktivitas pariwisata lebih luas lagi, pintanya. (fat/pra)

Original Source

Topik Menarik

{