Loading...
Loading…
Muktamar NU 23 Desember Said Vs Yaqut Adu Kuat

Muktamar NU 23 Desember Said Vs Yaqut Adu Kuat

Nasional | rm.id | Kamis, 09 Desember 2021 - 07:20

Polemik waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 NU sudah beres. Berdasarkan Rapat Pengurus Harian Tanfidziyah dan Pengurus Harian Syuriah di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (7/12), diputuskan Muktamar NU digelar pada 23-25 Desember 2021 di Lampung. Setelah waktu muktamar ditetap, kini dua calon ketua umum, KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf, semakin berhadap-hadapan.

Rapat penentuan waktu muktamar itu dihadiri Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta beberapa tokoh NU lain.

Awalnya, waktu pelaksanaan muktamar ini menjadi perdebatan panas. Kubu Said Aqil mengusulkan agar muktamar ditunda sampai 2022. Sedangkan kubu Yahya mendorong agar muktamar segera dilaksanakan. Saling serang dan saling tuding antara dua kubu pun terjadi.

Said Aqil menjelaskan, pelaksanaan muktamar ini bagian dari keputusan Kongres Besar dan Munas Ulama yaitu pada 26 Desember. "Adapun waktunya adalah pada tanggal 23-25 Desember 2021," ujar Kiai Said, dalam keteranganya, Selasa (7/12).

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersyukur dengan keputusan penetapan waktu Muktamar ke-34 itu. "Apapun yang terjadi, ijtihad masing-masing, akhirnya kita bertemu juga. Semuanya demi maslahat, demi NU, agar para muasis NU gembira melihat kita saat melihat amanat ini," kata Ketua Umum MUI ini.

Menghadapi waktu muktamar yang semakin dekat, kemarin, Said Aqil mendeklarasikan diri untuk maju kembali sebagai Ketua Umum PBNU. Deklarasi digelar di Kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Dalam deklarasi pencalonannya, Said Aqil menjelaskan alasan dirinya mau maju untuk ketiga kalinya. Kata dia, sejumlah kiai sepuh memintanya kembali memimpin PBNU. Antara lain Habib Luthfi (Pekalongan), Tuan Guru Turmudzi (Lombok), KH Muhtadi Dimyathi (Banten), KH Dimyati Rois (Kendal), KH Agoes Ali Masyhuri (Sidoarjo), dan Kiai Bustomi (Tasikmalaya). "Saya terima permintaan atau perintah dari para kiai sepuh," kata Said.

Namun, kata Said, ketika ada permintaan dari para kiai sepuh itu, dirinya tidak serta merta mengiyakan. Dia menimbang-nimbang cukup lama. Dia juga melakukan salat istikharah dan berziarah ke makam aulia, antara lain ke makam Habib Luar Batang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel Surabaya, ke Bangkalan, juga Gus Dur.

Selain dari kiai sepuh, menurut Said, permintaan agar dirinya mencalonkan lagi juga datang dari Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang NU. "Setelah ziarah ke makam para aulia itu saya mendapatkan ketenangan hati, ketetapan hati," katanya.

Melihat Said deklarasi, kubu Yahya, terpancing. Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas, yang merupakan adik Yahya menegaskan, regenerasi kepemimpinan di tubuh NU mutlak harus dilakukan. Regenerasi mutlak dilakukan," kata Yaqut, dalam cuitannya di akun Twitter @YaqutCQoumas .

Yaqut lantas mengingat pesan ayahnya, Cholil Bisri, yang mengajarkan untuk tak bertentangan dengan sesama saudara. Cholil Bisri, yang di sapa Yaqut dengan panggilan Abah, menganjurkan untuk mendukung sesama saudara sebisanya.

Meski demikian, Yaqut tak membeberkan siapa saudara yang harus didukungnya itu. Namun, kakak kandung Yaqut, Yahya, sudah menyatakan maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-34.

"Sebagai saudara kandung muda, Allahyarham Abah mengajarkan untuk tidak menentang dan bertentangan sesama saudara. Apalagi saudara lebih tua. Ikuti dan dukung sebisanya," kata dia.

Di sisi lain, Yaqut menegaskan tak terlibat dalam kontestasi Muktamar NU. Sebab, statusnya sebagai Menteri Agama atau pembantu Presiden. Tugas Pemerintah adalah memfasilitasi kegiatan dan dinamika organisasi kemasyarakatan. "Kalau sampai di sini nggak paham juga, mungkin kita perlu ngopi lebih banyak dan piknik lebih jauh," tutup Yaqut.

Pengamat politik dari Universitas Padamadina Ikhsan Tualeka memprediksi, pertarungan di pucuk pimpinan tertinggi NU bakal alot. Penyebabnya, ini menjadi pertarungan antara incumbent yang sudah berkuasa lebih dari 10 tahun dengan gerbong yang menginginkan regenerasi di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia.

"Jadi Kiai Said Vs Yaqut akan adu kuat. (Said) menguasai jaringan NU hingga tingkat di bawah, Yaqut yang mendorong regenerasi yang terus menguat," ujar Ikhsan, dalam keterangannya, kemarin.

Menurut Ikhsan, secara kelembagaan calon petahana akan diuntungkan dalam pertarungan ini. Sebab, petahana sudah dikenal pemilih hingga tingkat bawah. Sehingga, pihak-pihak yang menginginkan regenerasi harus menyiapkan strategi jitu agar menarik perhatian pemilih yang berasal dari pengurus NU di daerah-daerah. "Bisa dengan gagasan modernisasi organisasi hingga program-program yang menarik perhatian," kata dia. [TIF]

Original Source

Topik Menarik