Tragis, Jasad Ibu Sedang Gendong Bayinya Ditemukan Tertimbun Lahar Erupsi Gunung Semeru

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Selasa, 07 Desember 2021 - 09:41
Tragis, Jasad Ibu Sedang Gendong Bayinya Ditemukan Tertimbun Lahar Erupsi Gunung Semeru

Reruntuhan rumah warga berserakan dan korban tewas terus berjatuhan akibat erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021).

Relawan Baret Rescue Gerakan Pemuda Nasdem Jember menemukan jenazah seorang ibu yang sedang menggendong bayinya di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu.

Ditemukan jasad ibu yang sedang menggendong bayinya tersebut tertimbun lahar Gunung Semeru.

Ketua Baret Gerakan Pemuda Nasdem Jember David Handoko Seto mengatakan, penemuan jenazah tersebut dilakukan oleh tim relawan saat melakukan penyisiran di daerah terdampak.

 

"Saat melakukan penyisiran, relawan menemukan jenazah ibu dan anak yang tertimbun lahar Semeru," kata David Handoko Seto.

Untuk membantu tim BPBD Lumajang melakukan evakuasi terhadap korban erupsi gunung Semeru maka Baret Rescue pun mengerahkan sebanyak 15 orang.

Tak hanya itu, pihaknya juga menemukan jenazah yang diduga terjebak dalam truk pengangkut pasir.

"Kami juga menemukan tiga jenazah yang masih terjebak di dalam truk pengangkut pasir yang tertimbun lahar Semeru," tuturnya.

Setelah menemukan tiga jenazah tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD Lumajang untuk mengevakuasi jenazah. Untuk diketahui, tim relawan menemukan sekitar tujuh jenazah yang tertimbun lahar Semeru dan langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas.

David juga menyampaikan, seluruh rumah warga rata dengan tanah akibat tertimbun material lahar Gunung Semeru.

Ia juga mengakui, relawan sempat kesulitan untuk bisa sampai ke lokasi lantaram ketebalan abu vulkanik Semeru.

Tm relawan Baret Jember membantu menyalurkan logistik di posko pengungsian di beberapa titik untuk membantu para korban erupsi Gunung Semeru.

"Kami mengimbau masyarakat bisa membantu korban terdampak letusan Gunung Semeru dan yang yang paling dibutuhkan makanan siap saji dan obat obatan," ucapnya.

Sebelumnya, BPBD Lumajang mencatat ada 102 orang yang luka-luka, serta ratusan warga di tiga kecamatan yang meliputi Kecamatan Candipuro, Pronojiwo, dan Pasirian mengungsi akibat terjadinya letusan Gunung Semeru.

Artikel Asli