BPBD Lumajang Laporkan 2.970 Rumah Rusak akibat Erupsi Gunung Semeru

Nasional | limapagi.id | Published at Senin, 06 Desember 2021 - 04:25
BPBD Lumajang Laporkan 2.970 Rumah Rusak akibat Erupsi Gunung Semeru

LIMAPAGI - Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan ada 2.970 rumah rusak imbas awan panas guguran dan debu vulkanik Gunung Semeru yang erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Data tersebut, kata dia tercatat hingga pukul 17.00, Minggu, 5 Desember 2021.

"Untuk kerusakan rumah tercatat sebanyak 2.970 rumah," ujar Wawan seperti dilansir dari Antara , Minggu, 5 Desember 2021.

Selain rumah, menurutnya ada 13 fasilitas umum berupa jembatan, sarana pendidikan, dan tempat ibadah juga mengalami kerusakan.

Salah satunya, jembatan Gladak Perak jalur utama arah Lumajang-Malang lewat selatan yang terputus total.

Sehingga, kata dia a warga di dua kecamatan yakni Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari terisolasi karena tidak ada akses jalan lagi menuju Kota Lumajang.

"Akses jalan menuju lokasi pengungsi masih tertutup hujan yang disertai abu vulkanik Gunung Semeru yang masih cukup tebal," tuturnya.

Dalam data teranyar, 305 orang pengungsi tersebar di Kecamatan Pronojiwo, yaitu di SDN Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng, Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip, dan di rumah keluarganya di sekitar ketinggian Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus.

Sedangkan 409 orang mengungsi di Kecamatan Candipuro, yang tersebar di Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung renteng dan Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh, dan di Kantor Camat Candipuro.

Ada pula 188 orang pengungsi di Kecamatan Pasirian yang tersebar di Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman, dan Masjid Nurul Huda.

Menurutnya hingga saat ini, sudah ada dapur umum untuk pengungsi letusan Gunung Semeru, yakni di Balai Desa Penanggal yang dikomando oleh PMI dan di Balai Desa Sumberwuluh oleh Tagana Dinas Sosial di Kecamatan Pronojiwo, Oro Oro Ombo dan Supiturang.

Dampak erupsi Gunung Semeru telah merenggut nyawa masyarakat sekitar. Dari total 5.205 jiwa yang terdampak erupsi Gunung Semeru Sabtu, 4 Desember 2021, ada 1.300 orang berada di pengungsian.

Dari data per Minggu, 5 Desember 2021, 56 orang terluka akibat erupsi Gunung Semeru.

Sementara itu, ada 14 orang meninggal dunia serta sembilan jiwa yang belum bisa dinyatakan statusnya, hilang atau meninggal dunia.

 
Artikel Asli