Selama November, Kota Batu Diterjang 11 Bencana dan 10 Musibah, Terparah Banjir Bandang

Nasional | jatimtimes.com | Published at Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:45
Selama November, Kota Batu Diterjang 11 Bencana dan 10 Musibah, Terparah Banjir Bandang

JATIMTIMES - Hujan dengan intensitas tinggi selama November mengakibatkan sejumlah bencana alam dan musibah di Kota Batu. Dalam kurun waktu satu bulan, terdapat 11 kejadian bencana dan 10 kejadian musibah.

Perinciannya, 11 kejadian bencana yakni 1 kejadian banjir bandang, 2 kejadian banjir lumpur, 3 kejadian plengsengan ambrol, 5 kejadian tanah longsor.

Sementara itu, 10 kejadian musibah yakni 2 kejadian tanah ambles, 5 kejadian atap ambrol, 1 kejadian kebakaran bangunan, dan 2 kejadian pohon tumbang. "Bencana terparah banjir bandang yang meluluhlantakkan 8 desa di Kota Batu," ungkap Pelaksana Tugas (plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu kepada JatimTIMES.

Pada banjir bandang itu lokasi terdampak di 8 titik, yakni Desa Sidomulyo, Desa Bulukerto, Desa Sumber Brantas, Desa Bumiaji, Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo, Desa Giripurno, Kelurahan Temas, dan Desa Pendem.

"Beberapa desa/kelurahan terdampak, jaringan air terputus," tambah Agung. Dengan korban selamat 8 orang dan meninggal dunia 7 orang. Dampak kerusakan/kerugian yang terdata pada BPBD Kota Batu rumah rusak sejumlah 31 unit.

Rinciannya, 12 rusak berat, 5 rusak sedang, 14 rusak ringan. Lalu tempat usaha yang rusak sejumlah 5unit, 4 unit diantaranya rusak berat dan 1 rusak sedang.

Untuk kendaraan rusak/hanyut sepeda motor 46 unit dan mobil sejumlah 11 unit. Ada 9 kandang yang rusak. Juga keerugian/kerusakan lahan dengan rincian, petani uang terdampak 209 orang dengan total kerusakan lahan 28,3 hektare

"Kerusakan infrasturktur mulai dari saluran irigasi, pintu air, sedimen akibat banjir, dinding penahan, dan kerusakan pada dam," tambah Agung.

"Penyebab bencana banjir bandang lantaran hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Batu pada 4 November selama satu jam. Sampai dengan saat ini masih dilakukan penanganan dan pembersihan material pasca banjir bandang," tutup Agung.

Artikel Asli