Denny Wirawan Angkat Batik Kudus di Koleksi Terbaru

Nasional | republika | Published at Jumat, 03 Desember 2021 - 00:05
Denny Wirawan Angkat Batik Kudus di Koleksi Terbaru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai salah satu pelaku ekonomi kreatif, desainer Denny Wirawan konsisten mengangkat kain Indonesia seperti tenun, songket dan batik melalui lini 'Denny Wirawan Indonesia' untuk Ready To Wear Deluxe dan 'BaliJava' miliknya. Di tengah pandemi, ia tetap terus berkreasi demi keberlangsungan hidup bersama para pelaku usaha kreatif lainnya seperti perajin Batik di Jawa Tengah khususnya di kota Kudus.

Perubahan perilaku masyarakat urban di Jakarta dinilai menjadi lebih peduli dengan kesehatan lingkungan. Masyarakat punya gaya hidup bersih dan sehat serta tampilan lebih simple namun tetap aktif. Hal itu menginspirasi Denny Wirawan untuk mempersembahkan koleksi baru Niti Senja lewat pagelaran busana.

Niti Senja adalah cerminan citra wanita Indonesia yang tangguh, bersahaja, mandiri, dan hidup beragam aktivitas serba cepat dan dinamis namun tak pernah meninggalkan akar budayanya sendiri meskipun menghadapi tantangan yang tak mudah di masa sulit seperti ini, ujar Denny Wirawan, Kamis (2/12).

Niti Senja adalah koleksi dengan berbagai usulan rancangan mulai dari konsep yang diterjemahkan dalam warna, bentuk, desain, detail dan patternization. Ini diperuntukan bagi kaum urban aktif dan menginginkan tampilan simple dan elegan namun tetap tampil dalam nuansa city look yang e ssentiality, exploitation, dan exploration (beyond nature).

Essentiality yaitu berpijak pada fungsi dan konsep lokal dalam hal ini batik, khususnya Batik Kudus. Pada koleksi kali ini, Denny Wirawan menggunakan batik dengan teknik cap yang menjelma menjadi busana yang edgy dan energik.

Koleksi ini juga berani melakukan exploitation atau mendobrak kebiasaan dan berani tampil beda dalam mengemas dan menampilkan wastra lokal menjadi look yang lebih casual, kekinian dan wearable. Dengan melakukan exploration beyond nature , Denny Wirawan membebaskan imajinasinya dimana dengan mengeksplorasi berbagai wastra nasional dan mengolah serta memadupadankan dengan material lain yang menghasilkan karya baru yang berbeda.

Sebanyak 44 tampilan mengusung tema mix & match, back to work dan freedom. Look ini sangat cocok untuk pecinta fashion yang aktif berkarya dengan semangat baru di era pandemi ini. Berbahan modern cotton, silk, linen, dalam pallete warna hitam, putih, beige, coklat, dan hijau lumut, koleksi ini juga tidak meninggalkan sentuhan kearifan lokal yakni dengan menggunakan batik Kudus cap sebagai benang merah dari koleksi ini.

Artikel Asli