Diiming-imingi Kerja di Bali, Puluhan Remaja Dijual sebagai PSK

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 14:54
Diiming-imingi Kerja di Bali, Puluhan Remaja Dijual sebagai PSK

JawaPos.com Sebanyak 29 perempuan terjerat penipuan yang dilakukan NS, 41, muncikari asal Dusun Suko, Desa Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. Puluhan perempuan itu diiming-imingi akan bekerja di Bali dengan penghasilan Rp 10 juta Rp 15 juta per bulan. Nyatanya, mereka dijual ke pria hidung belang.

kejahatan itu diungkap Unit III Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim. Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jatim Kombespos Gatot Repli Handoko bersama Dirreskrimum Kombespol Totok Suhariyanto dan Kasubdit Renakta Kompol Hendra Eko Triyulianto mengakui hal itu.

Gatot mengatakan, harga booking atau tarif kencan tiap perempuan bervariasi. Namun setiap perempuan yang melayni lelaki hidung belang diberi Rp 200 ribu oleh sang mami.

Dari 29 perempuan itu, 23 dewasa dan 6 di bawah umur, jelas Gatot pada Jumat (25/11).

Peristiwa itu terjadi di Wisma Penantian Dusun Suko, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Modusnya, tersangka menawarkan pekerjaan melalui akun media sosial (Facebook) kepada korban.

Janji tersangka itu membuat korban yang datang dari berbagai daerah pun tertarik. Korban asal dari Bandung, Lampung, maupun Jakarta, papar Gatot.

Alih-alih mendapatkan pekerjaan, puluhan perempuan itu justru dijerumuskan menjadi pekerja seks komersial (PSK). Tiba di Lumajang, mereka dipekerjakan di rumah Mami Ambar dengan bayaran Rp 200 ribu.

Pada 15 November, sekira pukul 09.00 WIB, korban inisial TR kabur melompat tembok belakang rumah Mami Ambar. Sekujur tubuh mengalami luka, korban kabur dan menghubungi travel.

Korban pergi ke Surabaya dan meminta bantuan warga. Mendapat aduan dari korban tersebut, warga mengantar korban melapor ke Polrestabes Surabaya, terang Gatot.

Selanjutnya, anggota polrestabes koordinasi dengan Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. Setelah menerima laporan, tim bergerak cepat untuk memburu tersangka. Tim berangkat ke Lumajang melakukan penangkapan Mami Ambar.

Pada 15 November, pukul 22.00 WIB, anggota bersama korban menuju ke rumah itu. Pada 16 November, pukul 00.30 WIB, mengamankan tersangka, tutur Gatot.

Polisi juga melakukan penggeledahan dan di dalam rumah ditemukan 29 perempuan yang dipekerjakan sebagai PSK. Dari hasil pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai Rp 5.670.000, satu buah buku tamu, satu box alat kontrasepsi, alat kontrasepsi bekas pakai, empat buah pelumas, enam lembar legalisir KK (terkait dengan anak dibawa umur), dan satu unit mobil nopol B 1175 CYB.

Enam korban di bawah umur saat ini berada di Shelter PPT Provinsi Jawa Timur di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan. Sedangkan 23 PSK dewasa berada di Dinas Sosial Kabupaten Kediri untuk menjalani pembinaan, ucap Gatot.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 jo pasal 17 dan atau pasal 12 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 600.000.000. Sebagimana dimaksud dalam pasal 2, pasal 3, dan pasal 4 dilakukan terhadap anak, ancaman pidananya ditambah.

Artikel Asli