Bank Mandiri Salurkan KUR Hingga Rp 31,75 T

Nasional | rm.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 14:45
Bank Mandiri Salurkan KUR Hingga Rp 31,75 T

Hingga Oktober 2021, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 31,75 triliun kepada 324 ribu lebih debitur. Penyaluran KUR ini diharapkan makin mempercepat mendorong pemulihan ekonomi Nasional.

SEVP (Senior Executive Vice President) Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K Triprakoso mengatakan, realisasi tersebut telah mencapai 90,73 persen dari total target penyaluran KUR perseroan di tahun 2021 sebesar Rp 35 triliun.

Bila dirinci berdasarkan sektor usahanya, mayoritas disalurkan ke sektor produksi dengan nilai menembus Rp 18,55 triliun atau sekitar 58,42 persen dari total realisasi.

Di sisa akhir tahun ini, Bank Mandiri akan secara aktif memfokuskan KUR ke sektor produksi, untuk mendukung program pemerintah dalam membantu memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19, jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/11).

Menurut pemantauan Bank Mandiri, sektor produksi masih memiliki potensi penyaluran KUR yang relatif besar. Selain itu, beberapa sektor turunannya juga memiliki prospek yang masih baik.

Jika dilihat secara rinci, penyaluran KUR Sektor Produksi Bank Mandiri saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian dengan penyaluran sebesar Rp 9,04 triliun atau 28,47 persen dari total penyaluran.

Hal ini menurut Josephus, sudah sejalan dengan upaya pemerintah yang memang memprioritaskan sektor pertanian, untuk menunjang ketahanan pangan di dalam negeri.

Sementara itu, sektor produksi lainnya seperti jasa produksi dan industri pengolahan, juga masih mencatatkan potensi yang besar untuk tumbuh. Untuk itu, Bank Mandiri akan terus mempercepat penyaluran KUR di dua bulan terakhir tahun ini.

Salah satu strategi yang sudah diterapkan perseroan yakni, dengan mengoptimalkan aplikasi Mandiri Pintar untuk mempercepat proses penyaluran kredit, kata Josephus.

Tak hanya itu, Bank Mandiri juga telah memperluas skema-skema produk pembiayaan di sektor produksi untuk komoditas tertentu. Terutama di sektor pertanian, yang menyesuaikan dengan kebutuhan masa tanam di mana pokok dan bunga dapat dibayarkan pada saat panen.

"Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, kami optimis akan mampu mendorong penyaluran KUR lewat potensi yang ada, dan dapat mencapai target KUR yang diamanatkan oleh pemerintah," pungkasnya. [ DWI ]

Artikel Asli