Kata Bupati Sleman soal Temuan 20 Kasus Corona di Empat Sekolah

Nasional | limapagi.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 14:05
Kata Bupati Sleman soal Temuan 20 Kasus Corona di Empat Sekolah

LIMAPAGI - Total ada 20 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta saat pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Dari jumlah itu, 19 siswa dan satu orang guru.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, 20 kasus positif corona tersebut berdasarkan hasil sampling pada 24 November 2021. Hasilnya ada 20 orang yang positif Covid-19. "Ya ada sebagian yang positif. Kami sudah intruksikan Disdikpdora untuk tracing siswa dan guru yang postif. Sedangkan yang positif isolasi dulu," katanya, Jumat, 26 November 2021.

Kustini mengungkapkan, dari 20 kasus positif ini berada di empat sekolah tingkat SMA atau SMK. Paling banyak kasusnya di SMKN 1 Tempel sebanyak 14 orang, satu di antaranya guru. Kemudian SMAN 1 Seyegan, SMAN 1 Pakem dan SMAN 1 Cangkringan masing-masing dua siswa.

Dia mengatakan, bagi empat sekolah tersebut untuk sementara diliburkan tidak ada kegiatan PTM selama dua minggu. PTM tetap berlanjut di luar empat sekolah tersebut. "Empat sekolah diliburkan dua minggu, sekaligus untuk memaksimalkan tracing," ungkapnya.

Kustini mengatakan belajar dari kasus ini, warga diminta tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. "Selalu waspada bahwa di Sleman corona belum pergi dan selalu prokes karena itu menjadi perisai melindungi dari virus ini," ungkapnya.

Sebelumnya di Kota Yogyakarta juga ditemukan empat siswa di satu sekolah dinyatakan terpapar Covid-19 saat PTM. Temuan ini hasil skrining acak yang menyasar anak, guru, maupun tenaga kependidikan seluruh SD, dan SMP. Keempatnya berasal dari sekolah yang sama.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, dari 1.015 anak dari 14 sekolah yang dites, ada empat anak yang positif. "Mereka dari sekolah yang sama. Tapi, kondisinya baik, semuanya OTG (orang tanpa gejala), dan menjalani isolasi," katanya, Kamis, 25 November 2021.

Dia mengungkapkan dari hasil penelusuan keempat anak itu, semua punya riwayat yang bermacam-macam. Ada yang tinggalnya tidak di kota, ada yang orang tuanya sempat terpapar Juli silam. "Ada juga yang orang tuanya baru pindah dari Makassar ke Kota Yogyakarta," ungkap Heroe.

Artikel Asli