Segini Kerugian Dugaan Penggelapan Dana Nasabah Bank NTB Syariah

Nasional | lombokpost | Published at Jumat, 26 November 2021 - 14:34
Segini Kerugian Dugaan Penggelapan Dana Nasabah Bank NTB Syariah

MATARAM -Penyidik Ditreskrimsus Polda NTB telah menghitung kerugian Bank NTB Syariah dalam kasus dugaan penggelapan dana nasabah. Perhitungannya melibatkan auditor independen.

Kerugian pihak bank mencapai Rp 11 miliar, sebut Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, Kamis (25/11).

Kerugian nasabah yang menjadi tanggungan pihak bank itu terjadi pada periode 2019-2020. Semenjak terlapor berinisial PS yang sebelumnya menjabat sebagai supervisor kredit non tunai pada Bank NTB Syariah dipindah dari jabatannya. Munculnya kerugian ini saat pejabatnya dimutasi dari jabatannya, terang Ekawana.

Dia menerangkan, modus atau cara terlapor PS menggelapkan dana nasabah dengan mengalihkan pengiriman uang nasabah ke rekening lain. Terlapor akan mengirim uang itu ketika ada komplain dari nasabah. Caranya dengan ditutupi dari uang nasabah yang lain. Begitu cara mainnya. Seperti gali lubang tutup lubang, terangnya.

Praktik penggelapan dana tersebut dilakukan sejak tahun 2012. Selama itu,modus penggelapan dana nasabah bank yang diduga dilakukan terlapor PS tidak terdeteksi oleh sistem pengendali internal (SPI). Tetapi karena sudah dipindah dari jabatannya, sehingga muncul kerugian nasabah yang tidak bisa ditutupi.

Makanya hasil audit yang muncul adalah kerugian pihak bank yang belum diganti oleh PS tahun 2019-2020. Totalnya Rp 11 miliar, bebernya.

Ekawana menjelaskan, sejauh ini sudah 18 saksi yang diperiksa. Termasuk pihak SPI dan pegawai lainnya. Suami dan anaknya juga sudah kita periksa, ujarnya.

Sementara itu, terlapor PS belum diperiksa. Karena masih dalam perawatan dokter. Katanya sih depresi. Tetapi, kita belum mendapatkan keterangan resmi dari dokter, jelas Ekawana.

Setelah pemeriksaan terhadap terlapor, pihaknya bakal melakukan gelar perkara guna menetapkan tersangka. Kita juga perlu dalami syarat formil dan materil untuk melengkapi proses penyidikan, katanya.

Karena kerugian cukup besar, penyidik juga memastikan akan mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menelusuri ke mana terlapor memindahkan uangnya. Sambil menunggu hasil penyidikannya, TPPU tetap jalan, kata Ekawana. (arl/r1)

Artikel Asli