Kasus Dugaan Penggelapan Mamin DPRD Jeneponto Naik Tingkat, Polda Sulsel Akan Gelar Perkara

Nasional | bukamatanews | Published at Jumat, 26 November 2021 - 14:23
Kasus Dugaan Penggelapan Mamin DPRD Jeneponto Naik Tingkat, Polda Sulsel Akan Gelar Perkara

JENEPONTO, BUKAMATA -- Masih ingat, dugaan kasus penggelapan uang gaji, makan dan minum (Mamin) pegawai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan yang dibawa kabur oleh oknum bendahara inisial PR?

Kaur KBO Polres Jeneponto, Iptu Nasaruddin mengatakan, kasus tersebut mulai bergulir sejak Mei 2021. Dan saat ini, Polres Jeneponto menyebut bahwa perkara itu sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan Tipikor Polres Jeneponto.

"Rencananya, awal tahun depan akan dilakukan gelar perkara di Polda Sulsel, untuk menentukan status tersangka yang diduga pelaku," terangnya, Jumat (25/11/2021).

Nasaruddin bilang, dalam perkara itu terdapat kerugian negera berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kurang lebih Rp600 juta.

Dia menjelaskan, dana yang mau dicairkan oleh Bendahara DPRD Jeneponto dalam hal ini inisial PR sebesar Rp1 miliar.Namun pada saat itu sempat diblokir oleh orang anggota DPRD Jeneponto sendiri.

"Jadi begitu ketahuan PR ini mau mencairkan dana Rp1 miliar di Bank BPD itu, langsung diblokir sehingga yang sempat cair pada saat itu kurang lebih Rp500 juta. Jadi dana yang kurang lebih Rp500 juta itu dibawa kabur oleh inisial PR ini," ujarnya.

Nasaruddin menjelaskan, terkait kasus tersebut, pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi. Ada20 orang saksi. "Jadi yang kita anggap terlibat di kasus ini sudah semua kita ambil keterangannya sebagai saksi," sebutnya.

Termasuk inisial PR ini, statusnya masih sebatas saksi sehingga belum dilakukan penahanan. Tetapi, tetap dalam pengawasan Polres Jeneponto.

"Sekarang ini kan Preman (PR) masih status saksi, jadi nanti kita lihat setelah dinaikkan kasusnya kegelar perkara di Polda Sulsel," katanya.

Namun meski demikian, kata Nasaruddin, bendahara DPRD Jeneponto tersebut, sangat kecil kemungkinannya untuk bisa lolos dalam perkara ini.

"Ia, kalau inisial PR ini sangat tipis kemungkinannya lolos diperkara ini," tutup Nasruddin.

Artikel Asli