Vaksinasi BIN Sasar Ribuan Pelajar dan Santri

Nasional | gatra.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 13:26
Vaksinasi BIN Sasar Ribuan Pelajar dan Santri

Purworejo, Gatra.com - Gelombang kedua pendemi Covid-19 di Indonesia berhasil ditekan dengan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Pemerintah juga berupaya menggenjot vaksinasi Covid-19 agar tercapai hard immunity bagi warga.

Berbagai institusi bahu membahu menggelar vaksinasi gratis dengan satu tujuan, kekebalan komunal segera tercipta. Salah satu yang intens melaksanakan vaksinasi adalah Badan Intelijen Negara (BIN) dengan mengusung tagline 'Indonesia Sehat, Indonesia Hebat'.

"Kami menyasar daerah-daerah di Provinsi Jawa Tengah yang capaian vaksinasinya kurang dari 70%. Hari ini, kami menargetkan 4.000 dosis 2 Vaksin Sinovac di Kabupaten Purworejo. Sebelumnya, kmi juga melakukan vaksinasi di Kabupaten Wonosobo 9000 dosis juga di Kabupaten Temnaggung 4000 dosis," jelas Kabagops BINDa Jateng, Isworo Winahyo saat mengunjungi sentra vaksin pelajar di Lapangan MTsN Purworejo, Kamis (25/11).

Total vaksin dosis 2 yang diberikan oleh BIN hari ini adalah 4000 dosis yang dibagi di tiga sentra dan sasaran. Sasaran pertama adalah pelajar yang dipusatkan di MTsN 1 berjumlah 1000 dosis, sasaran kedua adalah para santri yang ditempatkam di Ponpes Nuril Anwar Maron, Kecamatan Bener juga 1000 dosis.Selanjutnya adalah vaksinasi door to door di Kecamatan Kaligesing 2000 dosis untuk warga Desa Kaligono, Ngaran, Somongari dan Ngadirejo.

Mengenai sasaran pelajar dan santri, Isworomenjelaskan bahwa, aenagai wujud BIN mendukung agar segera terlaksananga Pendidikan Tatap Muka (PTM) atau sekolah luring yang nyaman, namun harus tetap dengan protokol kesehatan (prokes).

Wakasek Bidang Kesiswaan MTsN 1 Purworejo, Wahyu Tri Wijayanto menyebut, hari ini ada 400 muridnya yang ikut vaksin dosis 2. "MTs Negeri 1 memiliku jumlah murid 884 anak, hampir semua sudah divaksin kecuali yang memang belum lolos skrining kesehatan dan usianya belum 12 tahun. Yang belum vaksin tidak sampai 5 persen," katanya.

Saat ini pihak MTsN 1 telah menerapkan PTM dengan prokes ketat. Anak-anak bergiliran masuk, meja kursi dibuat berjarak dan petalatan cuci tangan diletakkan agar memudahkan siswa mencuci tangan mereka. "Untuk bekal bawa sendiri-sendiri, anak-anak.dilarang jajan. Berangkat pun diantar jemout atau berangkat sendiri-sendiri. Yang kami larang adalah naik angkutan umum, karena rentan. Kalau terpaksa naik angkutan ya harus selalu pakai masker dan menjaga jarak dengan penumpang lain," jelasnya.

Artikel Asli