Seret Nama Panglima TNI, Demokrat AHY Tuding Kubu Moeldoko Putus Asa

Nasional | sindonews | Published at Jumat, 26 November 2021 - 12:59
Seret Nama Panglima TNI, Demokrat AHY Tuding Kubu Moeldoko Putus Asa

JAKARTA - Nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ikut dibawa-bawa dalam konflik Partai Demokrat antara kubu Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) dan Moeldoko . Panglima diminta mengungkap senior TNI yang aktif memberikan masukan kepada AHY.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebutkan tindakan kubu Moedoko membawa nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa karena putus asa gugatannya tidak diterima di Kemenkumham, PTUN, dan Mahkamah Agung.

"Ini tuduhan sangat serius yang dilancarkan Rahmad, juru bicara gerombolan KLB ilegal. Sebaiknya segera minta maaf, karena Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah tegas-tegas menyatakan profesionalitas dan netralitas TNI. Institusi TNI selama ini selalu terjaga netralitasnya. Keterlaluan sekali Rahmad ini menuduh-nuduh Panglima TNI dan institusi TNI," kata Herzaky Mahendra Putra, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya, pihak yang memberikan masukan kepada AHY adalah senior di TNI yang sudah tidak aktif sebagai anggota atau purnawirawan. "Yang memberikan masukan kepada Ketum PD AHY mengenai Moeldoko selama ini adalah para senior purnawirawan TNI, termasuk seniornya Moeldoko. Sama sekali tidak ada perwira aktif TNI," kata Herzaky.

Ia meminta Jubir Partai Demokrat KLB Deli Serdang Muhammad Rahmad tidak asal berbicara dan menuduh. "Jadi, Rahmad jangan mengada-ada dan menuduh-nuduh Panglima TNI. Janganlah kebiasaan gerombolan KSP Moeldoko melakukan abuse of power, melanggar aturan, menabrak norma-norma kepatutan dan kepantasan, kembali dibawa-bawa karena gagal total di pengadilan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jubir kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk mengungkap siapa senior di TNI yang rajin memberikan masukan kepada AHY dan turut campur dalam politik praktis.

"AHY juga mengklaim bahwa dia telah diberi peringatan oleh senior-seniornya di TNI. Bahkan AHY menyebut bahwa senior dia di TNI itu mengingatkan terhadap upaya membeli hukum. Sepertinya AHY ingin menyampaikan kepada publik bahwa sampai saat ini, senior-seniornya di TNI masih rajin memberikan masukan-masukan kepada AHY," katanya, Kamis (25/11/2021).

Rahmad mempertanyakan siapa petinggi TNI yang rajin memberi masukan ke AHY bahwa hukum itu bisa dibeli. Dan Rahmad ingin mengetahui sejak kapan TNI mencampuri urusan Partai Demokrat yang standing politiknya saat ini adalah oposisi Pemerintah.

"Ini penting dan perlu diketahui publik karena AHY telah menyampaikannya secara terbuka kepada publik. Ini juga penting agar TNI tidak tercemar nama baiknya," kata Rahmad.

Artikel Asli