Lolos Perempat Final, No 201 Dunia Terinspirasi Emas Greysia/Apriyani

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 13:05
Lolos Perempat Final, No 201 Dunia Terinspirasi Emas Greysia/Apriyani

JawaPos.com- Tuntunan, patokan, sosok yang menginspirasi, atau apa pun istilahnya adalah hal yang sudah lama hilang di kubu ganda putri Indonesia.

Kekosongan itu kembali terisi setelah Agustus lalu pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020.

Prestasi gemilang yang ditorehkan Greysia/Apriyani tersebut menjadi cermin untuk junior mereka. Itu mulai terlihat pada Indonesia Open 2021 yang berlangsung di Bali International Convention Centre.

Ya, kemarin pasangan ganda putri muda Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi membuat kejutan di ajang berlevel BWF World Tour Super 1000 tersebut.

Pasangan ranking ke-201 dunia itu menembus babak perempat final. Mereka menumbangkan ganda putri Malaysia ranking ke-18 dunia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Di laga babak 16 besar tersebut, Ana/Tiwi menang dalam rubber game 14-21, 22-20, 21-17. Pertandingan berlangsung sengit selama 1 jam 21 menit. Alhamdulillah, senang bisa mengeluarkan apa yang kami punya dengan semaksimal mungkin, ucap Ana setelah laga.

Pebulu tangkis 20 tahun asal Jember itu menambahkan, dari awal dirinya dan Tiwi bertekad tampil maksimal tanpa memikirkan hasil akhir. Dia menyadari, siapa pun lawan yang dihadapi pada keikutsetaan perdana mereka di ajang berlevel Super 1000 itu tidak akan mudah. Dari awal kami sudah siap capek, ucap Tiwi.

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi merayakan keberhasilan lolos ke perempat final Indonesia Open 2021. (Badminton Photo)

Tiwi yang baru berusia 20 tahun merupakan pebulu tangkis asal klub Mutiara Cardinal Bandung. Dia tidak menampik, prestasi Greysia/Apriani di Olimpiade Tokyo menjadi motivasi segar bagi pemain-pemain ganda putri di pelatnas saat ini. Bukan hanya dalam kejuaraan, tapi juga dalam keseharian saat menjalani latihan di Cipayung.

Mereka (Greysia/Apriyani, Red) adalah motivasi kami. Saat latihan sama-sama, kami jadi ingin selalu bisa mengimbangi mereka, ucap Tiwi.

Ana menambahkan, medali emas Olimpiade yang diraih senior mereka tersebut menghilangkan rasa inferior tim ganda putri pelatnas di pentas bulu tangkis dunia. Raihan Greysia/Apriyani sekaligus membuktikan, tim ganda putri Indonesia juga bisa bersaing di level tertinggi. Tidak ada yang tidak mungkin. Tinggal kami mau atau tidak, ucap Ana.

Di perempat final hari ini, Ana/Tiwi harus kembali berjuang keras. Lawan yang mereka hadapi adalah unggulan keempat asal Jepang Nami Matsuyama/Chiharu Shida. Ganda putri ranking kesembilan dunia tersebut saat ini sedang dalam performa apik.

Pekan lalu mereka menjadi kampiun Indonesia Masters. Kemarin, Matsuyama/Shida menaklukkan pasangan Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai dua set langsung 21-17, 21-16.

Di laga lainnya, Greysia/Apriyani juga menembus perempat final. Pasangan ranking keenam dunia tersebut menaklukkan sesama ganda Indonesia. Yakni Fitriani/Yulia Yosephine Susanto. Greysia/Apriyani menang dua set langsung 21-10, 21-16.

Hari ini, Greysia/Apriyani ditantang pasangan Jepang lainnya, yakni Mayu Matsumoto/Ayako Sakuramoto. Tidak baik juga berpikir kejauhan. Kita fokus di setiap pertandingan. Tapi, kita tetap ingin juara, ucap Apriyani.

Bagi Greysia, Indonesia Open masih menjadi salah satu turnamen yang membuatnya penasaran. Sepanjang karier, dia belum pernah menjadi kampiun ajang tersebut. Capaian terbaiknya adalah menjadi runner-up pada 2015 saat masih berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Artikel Asli