Pemerintah Larang Mudik Nataru, Yakin Masyarakat Tak Nekat?

Nasional | limapagi.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 11:48
Pemerintah Larang Mudik Nataru, Yakin Masyarakat Tak Nekat?

LIMAPAGI - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rahmad Handoyo menilai kebijakan larangan mudik saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 merupakan keputusan baik.

Menurut dia kebijakan larangan mudik adalah bentuk perlindungan negara untuk mencegah masyarakat terinfeksi, jika gelombang ketiga pandemi Covid-19 menyerah Tanah Air akhir tahun ini.

Tapi saya harus sampaikan, aturan tersebut tidak akan cukup jika tidak disertai dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk tidak mudik, ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Jumat, 26 November 2022.

Menurutnya masyarakat perlu diingatkan nekat mudik saat pandemi Covid-19 belum berakhir berimbas buruk pada dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya, sperti kejadian Lebaran 2021.

Berkaca pada situasi usai Lebaran pada bulan Juli lalu, di mana ribuan orang yang meninggal setiap hari, rumah sakit pun nyaris lumpuh, katanya.

Agar larangan mudik ini benar-benar efektif menekan masyarakat tidak bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru 2022, Politikus PDI Perjuangan ini meminta pemerintah melakukan sosialisasi lebih masif.

Sebab, pengawasan dari semua elemen termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tak akan cukup jika kesadaran masyarakat tidak mudik belum tumbuh.

Artinya, kita bisa mengendalikan Covid-19 dan mengubah pandemi jadi endemi jika semua elemen bangsa, termasuk masyarakat bergerak bersama," tuturnya.

Masyarakat harus diberi tahu, untuk membedakan mana kebutuhan mendesak dengan keinginan semata ketika nekat mudik.

Sebab, satu-satunya cara semua selamat dari pandemi Covid-19 adalah dengan berjuang bersama. Menurut dia semua aturan yang dibuat pun tidak akan cukup kalau keinginan niat untuk mudik masih tinggi.

Artikel Asli