Viral, Video Oknum Kades Adu Mulut dengan Oknum KTU Puskesmas di Wajo, Ini Kronologinya

Nasional | rakyatku | Published at Jumat, 26 November 2021 - 12:31
Viral, Video Oknum Kades Adu Mulut dengan Oknum KTU Puskesmas di Wajo, Ini Kronologinya

RAKYATKU.COM, WAJO - Viral di media sosial video seorang oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) memarahi oknum pegawai puskesmas.

Video inipun menjadi sorotan warganet karena kades berinisial (M) itu tidak hanya marah-marah, tetapi juga melempari kertas oknum Kepala TU Puskesmas Peneki berinisial (W) dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas.

Informasi yang diperoleh, kejadian itu terjadi pada Senin (6/11/2021) lalu. Berawal saat oknum kades M mendatangi Puskesmas Peneki untuk mempertanyakan perihal istrinya yang tidak diberi izin untuk mengikuti kegiatan vaksinasi di desanya.

Dalam video berdurasi 45 detik itu, terlihat oknum kades bertanya dengan nada emosi.

"Apa?" tanya kades

"Tunggu-mi dulu dokter, nda bisa-ka' saya cerita kalau sendiri ini, jawab Kepala TU Puskesmas Peneki.

"Kenapa tidak bisa ko? tanya kades itu lagi dengan suara tinggi.

"Karena dia pengambil kebijakan," timpalnya.

"Ah ... terus kemarin waktu dia ditelepon, dia bilang dia lempar ke kamu. Terus kamu bilang kamu ambil izin izin saja. Artinya izin itu masuk di cuti tahunan. Kenapa tidak bisa dinas luar (DL)?" ketus kades.
"Karena tidak ada dasar suratnya, Pak!" jawab Kepala TU.

"Dasar suratnya? Dari mana dasar suratnya itu? tanya kades kembali.

"Itu DL, Pak."

"Kasih petunjuk," potong kades.

Video sempat terjeda, lalu oknum kades terlihat kian emosi dan malabrak meja sambil berkata, "Kamu kasih masuk makan teman-temanmu yang keluar vaksin," kata kades sambil pukul meja.

Oknum Kepala TU berusaha menjawab, tetapi kades itu tidak memberi kesempatan. Dia lalu mengambil secarik kertas. "Apa ini hari? Ha? Apa? a** (kata kotor dalam bahasa daerah)," ucap kades sembari melempar kertas.

Oknum kades yang dihubungi via telepon seluler, Kamis (25/11/2021), tidak menambik bahwa video tersebut adalah dirinya.

Dia menceritakan hal itu terjadi saat dirinya datang mempertanyakan ke Kepala TU tersebut terkait istrinya yang tidak diberi izin DL untuk ikut membantu kegiatan vaksinasi di desanya.

Istri kades tersebut diketahui bekerja di Puskesmas Takklalla selaku Bidang Koordinator Puskesmas.

Namun, anehnya, kata dia, karena istrinya yang selama ini selalu ikut vaksin bahkan kadang DL hingga malam membantu vaksin tiba-tiba tidak diberi izin oleh Kepala TU.

"Malah dia disuruh cuti tahunan, padahal kegiatan ini cuma sehari," katanya.

Apalagi, kata dia, istrinya selaku Ketua Tim Penggerak PKK desa, maka tentunya sibuk membantu ibu-ibu lainnya untuk menjamu tamu yang datang ke desa.

Belum lagi, kata dia, ada target terkait vaksinasi yang ingin dicapai. Tentu, lanjutnya, istrinya harus ikut membantu bagaimana memberi pemahaman agar warga desa bisa sadar vaksin.

"Istri saya sebelumnya selalu DL membantu vaksinasi di desa lain, bahkan sampai malam. Nah, kenapa saat di desanya dia tidak diizinkan DL, malah diminta cuti tahunan oleh KTU-nya," sesalnya.

Dia juga mengaku dirinya tersulut emosi karena Kepala TU tidak bisa memberi alasan dan malah melempar kembali permasalahan ke dokter.

"Iya, saya memang marah dan itu manusiawi karena istri saya minta izin bukan untuk rekreasi, tapi ingin membantu kami. Vaksinasi ini adalah program nasional yang ingin kita sukseskan bersama," terangnya.

Sementara, Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam A, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. "Kami dari pihak kepolisian menerima laporan dari Kepala TU Puskesmas Peneki. Selanjutkan kami serahkan
kepada anggota Reskrim Polres Wajo untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku," ucapnya.

Artikel Asli