Nataru PPKM Level 3, Banyak Event di Surabaya Terpaksa Dibatalkan

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 12:30
Nataru PPKM Level 3, Banyak Event di Surabaya Terpaksa Dibatalkan

JawaPos.com- Pemerintah pusat kembali meminta kepala daerah untuk menerapkan PPKM level 3 menjelang dan selama libur Natal dan tahun baru (Nataru). Pembatasan mobilitas warga tersebut telah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 62 Tahun 2021. Terutama aktivitas di area umum seperti mal, gereja, dan tempat wisata.

Satu bulan menjelang pelaksanaannya, berbagai pusat perbelanjaan atau mal mulai membuat aturan baru. Sebuah mal di Bubutan, misalnya. Sejak Kamis (25/11) rencana penerapan PPKM level 3 pada Nataru telah disosialisasikan kepada seluruh pemilik toko.

Berbagai aturan tersebut, antara lain, pembatasan pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas. Lalu,. tidak diperbolehkan menggelar event besar karena dapat terjadi kerumunan dan bisa memicu lonjakan kasus Covid-19.

Kecuali event skala kecil, masih diperbolehkan. Dengan catatan, menerapkan protokol kesehatan ketat, kata Heru Prasetya, manajer mal tersebut.

Seluruh tenant sementara masih diperbolehkan buka. Termasuk wahana mainan anak. Heru menyatakan bahwa mal akan buka hingga pukul 22.00. Namun, satu jam sebelum pukul 22.00, semua toko harus sudah tutup. Tujuannya, menghindari penumpukan orang ketika pulang.

Persiapan dan sosialisasi juga dilakukan ITC Surabaya, Simokerto. Seluruh pengunjung yang masuk wajib mengakses aplikasi PeduliLindungi. Marketing Communication ITC Surabaya Iqbal Saputra menyatakan, jumlah pengunjung terus meningkat. Yakni, mencapai 5.000 hingga 8.000 pengunjung per hari. Beberapa event besar mulai digelar.

Namun, karena pelaksanaan PPKM level 3 mendatang, lebih dari sepuluh event skala besar terpaksa dibatalkan. Acara-acara tersebut berlangsung pada perayaan Natal.

Iqbal mengungkapkan, PPKM level 3 pasti akan berdampak terhadap ekonomi pedagang. Sebab, jumlah pengunjung juga dibatasi 50 persen dari kapasitas. Namun, pihaknya berharap, walaupun ada pembatasan, seluruh tenant diperbolehkan tetap buka.

Terutama wahana anak, ya. Jangan sampai kembali ditutup. Karena sangat memengaruhi pengunjung yang datang. Mayoritas mereka datang untuk mengajak anak-anak bermain, ujarnya.

Tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi. Menjelang PPKM level 3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya kembali mengkaji ulang pelaksanaan car free day (CFD). Misalnya, CFD di Jalan Kembang Jepun dan Jalan Tunjungan. Sebelumnya, CFD di Jalan Tunjungan kembali aktif pada awal Desember. Namun, akibat adanya PPKM level 3, rencana tersebut terancam dibatalkan.

Kepala DLH Surabaya Suharto Wardoyo menyatakan, pihaknya tengah melakukan asesmen ulang pelaksanaan CFD di Jalan Tunjungan. Sebab, dikhawatirkan bisa terjadi kerumunan orang. Apalagi, di lokasi tersebut terdapat wisata kuliner.

Oleh karena itu, pihaknya memprediksi jumlah peserta bisa melebihi kapasitas. Berbeda dengan CFD di Jalan Kembang Jepun. Hingga minggu ketiga, tidak terjadi lonjakan peserta. Karena itu, meski PPKM level 3, CFD di Jalan Kembang Jepun tetap berjalan.

Senin (29/11) kami rapatkan kembali rencana pembukaan CFD di Jalan Tunjungan. Apakah tetap sesuai rencana awal atau diundur pada Januari 2022, kata pria yang akrab disapa Anang itu.

Artikel Asli