Jasad dalam Kresek di Proyek SPAM Ternyata Ibu dan Anak, 24 Saksi Diperiksa

Nasional | apahabar.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 12:09
Jasad dalam Kresek di Proyek SPAM Ternyata Ibu dan Anak, 24 Saksi Diperiksa

apahabar.com, KUPANG Kasus kematian ibu dan anak di Kupang menyita perhatian publik usai jasadnya ditemukan pada akhir Oktober 2021 lalu.

Jasad keduanya ditemukan di lokasi proyek penggalian saluran pipa SPAM Kali Dendeng, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saat ditemukan, jasadnya terkubur dalam kantong kresek.

Sejauh ini polisi sudah mengantongi identitas korban. Status kedua korban merupakan ibu dan anak. Masing-masing Astri Evita Seprini Manafe (AESN) berusia sekitar 30 tahun, dan Lael Maccabe (LM), bayi berusia satu tahun.

Korban merupakan warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang.

Disamping itu, polisi Kupang juga telah memeriksa puluhan saksi.

Hingga saat ini sudah ada 24 saksi yang sudah kita periksa untuk mengungkap siapa pelaku di balik meninggalnya AESN dan anaknya, kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Rishian Krisna B, kepada wartawan, di Kupang, Jumat (26/11).

Mereka berasal dari berbagai pihak yang berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan dinilai dapat memberikan keterangan yang bisa mengungkapkan kasus itu.

Saksi-saksi itu adalah mereka yang diduga keras oleh penyidik dapat memberikan keterangan terkait pengungkapan dari kasus ini nantinya, tambah dia.

Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap apakah kedua korban itu meninggal karena dibunuh atau akibat apa.

Kalau ada info selanjutnya akan kami ungkap lagi, karena memang harus kumpulkan keterangan-keterangan saksi yang ada dan pemeriksaan di laboratorium, tambah dia.

Polisi, kata dia, tidak ingin mengambil langkah-langkah secara gegabah dalam mengungkap kasus itu karena kasus ini juga menyedot perhatian khalayak.

Jenazah kedua korban sendiri sudah diserahkan kepada keluarga korban di RS Bhayangkara Titus Ully di Kupang usai hasil tes DNA terungkap.

Kapolda NTT Bentuk Tim Khusus

Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif membentuk tim terpadu untuk mengungkap misteri mayat wanita muda dan bayi tersebut.

Kasus ini juga menjadi atensi saya, dan saya sudah bentuk Tim Terpadu untuk mengungkap kasus ini, katanya, seperti dilansir Antara, Jumat (12/11).

Tim khusus ini melibatkan Polda NTT dengan polres terkait. Latif mengingatkan jajaran mengungkap kasus penemuan mayat wanita dan bayi itu.

Hingga kini tim terpadu tersebut sudah mengumpulkan berbagai bukti tambahan. Sehingga pelaku kejahatan bisa segera ditangkap.

Pasti akan terungkap, yang penting kita bisa menyelidikinya dengan sungguh-sungguh dan dengan metode scientific investigation (investigasi dengan menggunakan ilmu pengetahuan), ujarnya.

Artikel Asli