Hari Guru, Nasib Honorer Belum Baik-baik Saja

Nasional | lombokpost | Published at Jumat, 26 November 2021 - 12:03
Hari Guru, Nasib Honorer Belum Baik-baik Saja

MATARAM -Kondisi guru honorer belum baik-baik saja. Hal itu disampaikan Ketua Forum Guru Tidak Tetap (GTT) NTB Hendra Gunawan, dalam momen peringatan hari guru, (25/11).

Contoh masalah yang belum lama ini mencuat mengenai keterlambatan pembayaran Jasa Jam Mengajar (JJM) GTT untuk honorer SMA sederajat. Kondisi ini bukan hal baru, sudah terjadi sejak 2019 lalu. Tidak ada pembenahan, sorotnya.

Padahal janji pemda sesuai SK gubernur, pembayaran JJM dilakukan setiap bulan. Padahal semua data kami lengkap, jelas guru honorer yang mengabdi di SMAN 1 Gunungsari ini.

Keterlambatan ini jelas berdampak pada kondisi guru honorer. Kebanyakan mereka mengandalkan penghasilan utama dari JJM tersebut. Mereka harus menunggu tiga bulan dibayar dua bulan, kadang dibayar satu bulan saja, jelasnya.

Belum lagi ada sekolah tertentu yang tidak dibayar karena permasalahan Satminkal (Satuan Administrasi Pangkal, Red), imbuhnya.

Dengan kondisi seperti ini, tidak heran jika guru honorer terus menuntut kesejahteraan. Turut disoroti, pemerintah tidak pernah berani menetapkan gaji guru honorer dengan standar Upah Minimum Regional (UMR).

Mereka tidak berharap lebih untuk status PNS, mereka hanya ingin gaji setiap bulan dan UMR, sehingga cukup untuk kebutuhan hidup, jelasnya.

Dalam waktu dekat, Forum GTT NTB akan membahas berbagai masalah tersebut, mencari solusi. Selain JJM harus di bayar tiap bulan sesuai redaksi SK gubernur, kalau bisa gaji kami disesuaikan dengan UMR, tegasnya.

Kendati demikian, ia berpesan agar para honorer tetap maksimal mengajar. Maka tetaplah menjadi pendidik yang profesional, karena guru honorer akan tetap dibutuhkan, tandasnya.

Pemerhati pendidikan Lalu Kaharudin mengatakan, setiap tenaga dibayarkan pada saat sebelum keringnya keringat. Kan seperti itu intinya, jadi kalau sekarang JJM belum dibayarkan, bisa segera direalisasikan, ujarnya.

Dia berharap masalah ini tak terus terjadi. Dia juga berharap ada perbaikan kondisi guru dan peningkatan perhatian pemerintah. (yun/r9)

Artikel Asli