Tangkap Komplotan Pencuri Traktor Antarprovinsi

Nasional | radarjogja | Published at Jumat, 26 November 2021 - 12:05
Tangkap Komplotan Pencuri Traktor Antarprovinsi

RADAR JOGJA Kepolisian Resor (Polres) Bantul mengamankan komplotan pencuri spesialis traktor. Mereka adalah pencuri antarprovinsi yang beraksi pada malam hari. Menyasar wilayah DIJ dan Jawa Tengah lantas dijual ke pengepul di Ngawi, Jawa Timur.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan membeberkan, ketiga pelaku ditangkap pada Senin (22/11) pukul 02.00 dini hari. Berawal dari anggota Team Jatanras Polres Bantul yang mendapati sebuah mobil avansa melaju kencang dengan muatan berlebih. Sehingga anggota kami curiga dan melakukan pembututan, ujarnya dalam jumpa pers di Halaman Mapolres Bantul Rabu (24/11).

Tahu dibuntuti, mobil tersebut melaju lebih kencang. Sehingga menambah kecurigaan polisi. Di lampu merah Gondowulung, mobil itu berhenti karena lampu merah. Kami tidak ingin kehilangan momen. Langsung kami cegat, paparnya.

Dalam pencegatan tersebut, petugas menggeledah mobil. Kemudian didapati bahwa pelaku membawa traktor. Pelaku lalu mengakui baru saja melakukan pemetikan atau pencurian. Kami dapatkan traktor dan ternyata mereka baru melakukan pemetikan di Imogiri, sebutnya.

Untuk itu polisi mengamankan tiga pelaku. SY, 55, warga Sukoharjo, Jateng yang berlaku sebagai pemetik. WL, 46, warga Sragen, Jateng berlaku sebagai pemetik. Terakhir adalah SW, 56, warga Banguntapan, Bantul yang berlaku sebagai sopir. Pelaku ini lintas provinsi, ucapnya.

Dalam pengakuannya, komplotan ini sudah enam kali lakukan pencurian. Satu kali beraksi di Imogiri, dua kali di Pundong, satu kaki di Sragen, satu kali di Sragen, dan satu kali Klaten. Ini sudah profesional bukan hanya untuk kebutuhan hidup, tapi sudah untuk berfoya-foya, ujar AKBP Ihsan.

Sementara pemetikan dilakukan sesuai pesanan. Terkadang hanya mencuri mesin atau roda traktor. Tapi bisa pula satu unit utuh. Pemetikan dilakukan ada yang hanya mesinnya saja dijual Rp 5-10 juta. Ada juga yang satu unit. By order , butuh mesinnya saja atau saru unit lengkap, bebernya.

Selanjutnya, AKBP Ihsan mengimbau agar petani lebih waspada. Dalam meninggalkan traktor di sawah. Pastikan memarkir di tempat aman. Tapi tidak usah resah, silakan beraktivitas seperti biasa, pesannya.

Akibat ulahnya, ketiganya terjerat Pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan. Mereka juga terancam kurungan penjara tujuh tahun.

Salah satu anggota komplotan menyebut bahwa mereka baru saling kenal. Tapi tidak menyebut bagaimana cara mereka dapat berkenalan. Kenal belum lama, baru tiga kali (mencuri, Red) di Bantul. Hasil curian dibagi masing-masing satu juta, ujarnya.

Salah satu korban, Wakijan alias Ijun, mengaku senang atas tertangkapnya komplotan pencuri traktor antarprovinsi. Pria 44 tahun ini pun mengaku, sudah dua kali kehilangan mesin traktor. Perkiraan saya dekat rumah dan di sawah (tidak akan dicuri, Red). Saya beli mesin harganya Rp 10 juta, tandasnya. (fat/pra)

Artikel Asli