Kurikulum Baru Bakal Diberlakukan Tahun Depan

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 12:03
Kurikulum Baru Bakal Diberlakukan Tahun Depan

JawaPos.com Tradisi ganti menteri ganti kurikulum bakal berlanjut pada era Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Kurikulum anyar itu diterapkan secara terbatas tahun ini dan diberlakukan secara nasional tahun depan.

Sinyal akan adanya kurikulum baru tersebut disampaikan Nadiem dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Jakarta, Kamis (25/11). Kita akan mulai menawarkan kurikulum yang jauh lebih merdeka. Sekarang lagi dites di sekolah-sekolah penggerak, katanya.

Menurut Nadiem, kurikulum baru nanti lebih mudah dimengerti guru. Selain itu, kurikulum yang rencananya diterapkan mulai tahun depan itu lebih fleksibel. Dengan begitu, guru boleh mengadaptasi penerapan kurikulum tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap murid.

Lalu, kurikulum baru itu memberi guru kesempatan berkreasi dan berinovasi sehingga pembelajaran lebih mudah. Jadi, kita bukan ganti menteri ganti kurikulum. Tidak, tegasnya.

Dia menjelaskan, kurikulum yang kementerian tawarkan tahun depan adalah kurikulum yang kembali memberikan kemerdekaan kepada guru.

Dalam kesempatan tersebut, Nadiem mengungkapkan bahwa pemerintah akan meluncurkan berbagai macam platform teknologi. Kegiatan itu tidak sekadar bagi-bagi laptop dan proyektor dalam jumlah besar. Tapi, kita juga akan memberikan pelatihan online yang bisa diikuti guru-guru secara mandiri. Sesuai dengan kebutuhannya, jelasnya.

Melalui platform belajar atau pelatihan secara online tersebut, guru tidak hanya belajar teori. Namun, guru juga belajar pengalaman praktis dari guru lainnya. Menurut Nadiem, pengalaman yang relevan itu menjadi kunci dalam pelatihan guru untuk meningkatkan kemampuannya.

Terpisah, pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyayangkan kebiasaan ganti menteri ganti kurikulum yang kembali berlanjut pada era Nadiem. Ini bukti tidak memahami problematika pendidikan di Indonesia, ujarnya.

Menurut dia, yang paling krusial untuk dibenahi ketimbang kurikulum adalah kualitas guru. Apa pun kurikulumnya, jika dipegang guru yang berkualitas, hasilnya pasti bagus.

Indra menjelaskan, kebiasaan ganti menteri ganti kurikulum menunjukkan bahwa pemerintah hanya berfokus pada senjata alatnya. Tidak berfokus kepada manusianya. Dia menegaskan, membangun pendidikan adalah membangun manusia. Karena itu, gurunya lebih dulu harus dilatih. Sayangnya, menurut dia, selama kepemimpinan Nadiem, program pelatihan guru tidak jalan.

Bahkan, rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) saja tidak sesuai dengan perencanaan. Sebagaimana yang diketahui, pemerintah merencanakan merekrut satu juta guru PPPK. Namun, kuota tersebut tidak terisi penuh. Hanya dapat ramainya, kata Indra.

Di tempat lain, upacara peringatan HGN 2021 di Kementerian Agama (Kemenag) kemarin dipimpin Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M. Ali Ramdhani. Dia mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas yang masih berada di Arab Saudi.

Pejabat yang akrab disapa Dhani itu menuturkan, tugas utama guru adalah mendidik dan membentuk karakter atau akhlak mulia siswa. Siswa juga membutuhkan guru kreatif yang thinking out of the box, ujarnya

Dhani menyatakan, guru hebat memiliki passion dan empati. Kemudian, guru inspiratif adalah guru yang mengajar dengan cinta. Selain itu, saat ini dibutuhkan guru yang bisa menjalankan pemulihan pembelajaran atau learning recovery.

Tahun ini sejumlah program afirmasi sudah dilakukan Kemenag untuk para guru. Kemenag juga mengucurkan tunjangan profesi guru (TPG) senilai Rp 9,9 triliun untuk lebih dari 307 ribu guru PNS maupun swasta. Ada juga kucuran insentif untuk 273 ribu guru dengan anggaran Rp 647 miliar. Kemenag juga sudah mengucurkan sekitar Rp 1,7 triliun untuk menyelesaikan pembayaran selisih tunjangan kinerja, ungkap Dhani.

Kemenag juga memberikan bantuan tunjangan khusus kepada 4.700 guru di wilayah 3T dengan anggaran sekitar Rp 76 miliar.

Artikel Asli