Sate Klatak Jadi Warisan Budaya

Nasional | radarjogja | Published at Jumat, 26 November 2021 - 11:51
Sate Klatak Jadi Warisan Budaya

RADAR JOGJA Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul patut berbangga. Terima Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) DIJ. Setelah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sertifikat diterima langsung oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Gubernur DIJ, Hamengku Buwono X di Gedong Pracimosono Kompleks Kepatihan Jogjakarta. Setidaknya ada tujuh warisan budaya yang ada di Kabupaten Bantul yang mendapatkan pengakuan Sertifikat WBTB, sebut Halim, Kamis(25/11).

Tujuh WBTB yang telah ditetapkan meliputi berbagai hal. Di antaranya adalah Mie Lethek, Kupatan Jolosutro, Pewarna Alami Jogjakarta, Sate Klatak, Cembengan Jogjakarta, Sholawat Maulid Jawi dan Nguras Enceh. Semiga dengan penetapan WBTB ini (budaya, Red) bisa lebih lestari, harapnya.

Sebab warisan budaya terdokumentasi dengan baik. Sehingga generasi muda, lebih gampang mencari referensi. Para generasi mendatang dapat menelusurinya dengan mudah, sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyebut, sudah terdapat 21 WBTB asli Bantul yang diakui oleh pemerintah pusat. Iya, kami berharap dengan ditetapkannya hal ini, lingkup dari masyarakat itu akan bangga dengan karya budayanya, ujarnya.

Dari 21 ragam WBTB, kuliner diharap bukan hanya lestari. Tapi juga dapat jadi inovasi dan dapat memberi dampak ekonomi. Selain Gudeg Manggar, sebelumnya juga ada kuliner lain seperti Sate Klatak, Geplak, Wedang Uwuh, dan Mie Lethek. Itu karya masyarakat yang kami coba lindungi dan kembangkan. Sehingga ide-ide kreatif dari masyarakat dapat dikenal lebih luas, sebutnya. (fat/pra)

Artikel Asli