Minim Fasilitas UTD, Tiga Rumah Sakit di Muba Kekurangan Stok Darah

Nasional | gatra.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 11:31
Minim Fasilitas UTD, Tiga Rumah Sakit di Muba Kekurangan Stok Darah

Sekayu, Gatra.om - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini masih mengalami kekurangan stok darah. Hal ini menyusul beberapa kebutuhan fasilitas kelengkapan dan alat medis yang masih belum dimiliki oleh Palang Merah Indonesia (PMI) di daerah ini, seperti peralatan Unit Tranfusi Darah (UTD).

Sekertaris PMI kabupaten Muba, Drs Syafaruddin didampingi kepala markas Ahmad Syaifuddin Zuhri mengatakan, saat ini kebutuhan darah di Bumi Serasan Sekate,benar mengalami kekurangan. Dari tiga rumah sakit yang ada yakni RSUD Sekayu, RSUD Sungai Lilin, dan RSUD Bayung Lencir, setiap tahun membutuhkan sekitar 8000 kantong.Sementara, PMI Bersama tiga RSUD yang ada hanya mampu memenuhi kebutuhan darah sekitar kurang lebih 3500 katong setiap tahunya.

"Mengapa Hal ini terjadi, salah satunya PMI Muba sendiri saat belum memiliki peralatan dan perlengkapan peralatan Unit layanan tranfusi , selama ini stok darah disimpan di UTD rumah Sakit," ujar Syafar Rabu (24/11)

Ia menambahkan, unit transfusi darah sendiri akan terealisasi pada tahun 2022, hal itu setelah pihak PMI Muba, melakukan audensi ke pemerintah daerah. Rencananya di tahun 2022, fasilitas dan perlengkapan alat medis untuk UTD semua bisa realisasi, sementara untuk gedung dan SDM sendiri PMI Muba, sudah siap.

"Mudah-mudahan jika semua fasilitas dan lainya siap, target 8000 kantong darah setiap tahunya bisa terpenuhi," terangnya.

Selama dua tahun berjalan ini, PMI Muba sudah melakukan kegiatan donor darah di berbagai tempat guna memenuhi pasokan darah. "Kita juga melakukan kerjasama kepada beberapa perusahaan dan stakeholder serta pihak lainya untuk melakukan kegiatan donor," jelasnya.

Sementara, disinggung terkait adanya isu jual beli darah yang terjadi di unit pelayanan transfusi darah rumah sakit, Syafaruddin menepis adanya informasi atau isu yang berkembang di masyarakat.

"Tidak ada isu jual beli darah, ini perlu kita luruskan, jadi kebijakan rumah sakit untuk menstabilkan stop darah rumah sakit meminta kepada pihak keluarga pasien yang membutuhkan darah secara sukarela dan ikhlas untuk mengantikan darah yang digunakan pasien keluarga, hal itu bertujuan agar stok darah di UTD RS jika ada pasien lain Rumah Sakit yang membutuhkan darah bisa terpenuhi," ujarnya.

Artikel Asli