Gawat Jangan Sampai Varian Baru Merebak di Indonesia, Covid-19 Varian Botswana Lebih Buruk dari Delta

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 11:00
Gawat Jangan Sampai Varian Baru Merebak di Indonesia, Covid-19 Varian Botswana Lebih Buruk dari Delta

Covid-19 bermutasi dan memiliki varian baru yaitu Botswana, yang disebut lebih buruk dari varian Delta, dilaporkan sudah tercatat di dua wilayah negara tersebut.

Menurut keterangan pakar, galur ini mempunyai perubahan pada duri proteinnya, membuat upaya vaksinasi jadi lebih sulit.

Jenis varian corona ini bisa dianggap yang paling berevolusi, karena terdapat 32 mutasi yang terdeteksi di dalamnya.

Varian Delta , yang dianggap menjadi dalang penularan dan penyebab lonjakan kasus secara global, mempunyai sekitar 11 mutasi.

Galur ini awalnya terdeteksi dalam tiga pasien di Botswana, sehingga dikenal sebagai varian Botswana, yang dilansir RT Kamis (25/11).

Semenjak kasusnya dilaporkan pada 11 November, varian ini total sudah muncul di tiga wilayah, menurut pemberitaan media Inggris.

Selain di Botswana, enam kasus sudah terkonfirmasi di Afrika Selatan, dengan satu transmisi lainnya terjadi di Hong Kong.

Pasien yang dirawat di Hong Kong disebut bepergian ke Tiongkok dari Afrika Selatan, membuat peneliti dalam kewaspadaan tinggi.

Menyebabkan, si pasien dikabarkan sudah menerima dua dosis vaksin, sehingga ada kekhawatiran kasusnya bakal menyebar ke seluruh dunia.

Kabar strain yang bermutasi ini, dikenal dengan kode B.1.1.529, dibagikan oleh Tom Peacock, virolog di Departemen Penyakit Menular Imperial College London.

Dia menjelaskan varian Botswana "sangat menyeramkan dan menakutkan" sehingga perlu mendapat perhatian serius.

Peacock dalam kicauannya di Twitter mengatakan, varian terbaru ini profil mutasi di mahkotanya sangat mengagetkan.

"Sangat, sangat perlu untuk mendapatkan perhatian," jelasnya. Namun di sisi lain, dia juga menerangkan sisi baiknya.

Peacock berkata, mutasi B.1.1.529 yang sangat banyak diyakini membuat virusnya tak stabil, sehingga takkan sampai menyebar ke seluruh dunia.

Sejak kasus pertama diumumkan pada Desember 2019, Covid-19 telah menginfeksi 259,5 juta dan membunuh lima juta orang di seluruh dunia.

Artikel Asli