Dugaan Pungli di Trawangan, Ada yang Nyewa Lahan Pemprov Rp 1 M Setahun

Nasional | lombokpost | Published at Jumat, 26 November 2021 - 10:39
Dugaan Pungli di Trawangan, Ada yang Nyewa Lahan Pemprov Rp 1 M Setahun

MATARAM -Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB telah mendapatkan dokumen dugaan penyewaan lahan Pemprov NTB di Gili Trawangan Indah. Nilai sewanya cukup fantastis. Dugaan Pungli di Trawangan, Ada yang Nyewa Lahan Pemprov Rp 1 M Setahun

Namun Dedi enggan membeberkan orang-orang yang menyewakan lahan tersebut. Alasannya rahasia penyelidikan. Semua ada di data kuitansi, kelitnya.

Untuk mendalaminya, penyelidik Kejati NTB sudah memanggil para saksi. Sejak Senin sampai Kamis (22-25/11), mereka telah memanggil 16 orang saksi untuk diklarifikasi. Per hari kita panggil empat saksi. Tetapi tidak ada yang datang, kata Dedi.

Dedi juga enggan menyebutkan jumlah pengusaha yang menyewa di atas lahan seluas 65 hektare yang pernah dikerjasamakan Pemprov NTB dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI) tersebut. Namun sebelumnya pernah disebutkan ada ratusan pengusaha yang menyewa lahan di tempat itu. Itu masih kita dalami, ujarnya.

Terkait dugaan keterlibatan oknum pejabat sebagai penerima sewa, Dedi juga tidak memberikan jawaban pasti. Makanya kita perlu periksa saksi dulu. Perlu pendalaman lagi, katanya.

Pengusutan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Lahan yang awalnya dikerjasamakan Pemprov NTB dengan PTGTIsejak tahun 1995 tiba-tiba diduduki sejumlah pengusaha yang mendirikan. Padahal, secara hukum yang berhak mengelola lahan itu PTGTI.

Ada indikasi para pengusaha itu bisa mendirikan bangunan setelah menyetorkan sewa pada oknum-oknum tertentu. Hal itu dibuktikan dengan adanya bukti kuitansi.

Dedi mengatakan, jika uang sewa dipungut atas dasar yang tidak sah, itu sudah masuk ranah pungli. Yang menjadi pertanyaan oknum yang menarik sewa itu apakah mengambil secara sah atau tidak. Itu yang perlu dibuktikan, tandasnya. (arl/r1)

Artikel Asli