Ketika TGB Tiupkan Optimisme Kemenangan Partai Perindo dan Makna Persatuan Indonesia Baginya

Nasional | sindonews | Published at Jumat, 26 November 2021 - 10:10
Ketika TGB Tiupkan Optimisme Kemenangan Partai Perindo dan Makna Persatuan Indonesia Baginya

JAKARTA - Ketua Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Perindo, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi meniupkan optimisme kepada seluruh pengurus dan kader Partai Perindo untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2024.

"Walaupun saya bukan anggota Partai Perindo , tapi bolehlah saya juga ikut meniupkan optimisme, karena kita orang beriman itu mesti optimistus," kata TGB saat Tausiyah Kebangsaan dalam Peresmian Konvensi Rakyat Partai Perindo di Jakarta Concert Hall, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021).

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat itu mengatakan berdasarkan statistik dan informasi yang ia dapatkan, anggota legislatif Partai Perindo saat ini terdapat sebanyak 408 di seluruh Tanah Air.

Namun, jika jumlah 408 dihilangkan nolnya menjadi 48, hal ini menunjukkan makna kemenangan. "408 kalau kosongnya itu dihilangkan jadi 48. Kalau di dalam Al-Qur'an 48 itu nama suratnya Al-Fath, surah Kemenangan, maka bolehlah kita beroptimis, membangun optimisme," kata TGB.

TGB mengaku membayangkan kemenangan Partai Perindo usai Pemilu 2024 dan para wakil rakyat nantinya akan mengisi ruang legislatif di Senayan dan daerah-daerah dengan gagasan-gagasan segar Partai Persatuan Indonesia guna memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Dia pun menjelaskan saat menyampaikan pidato selalu menyebutkan Partai Persatuan Indonesia di hadapan para hadirin dan tidak disingkat Perindo. Alasannya, tuah dari Partai Perindo adalah persatuan, Persatuan Indonesia yang mencerminkan sila ke-3 Pancasila.

"Kalau diperhatikan, saya selalu mengucapkan Partai Persatuan Indonesia tidak singkat Perindo, karena tuahnya tadi ada di Perindo ada di kata persatuan," ujarnya.

Ia menjelaskan persatuan bagi bangsa Indonesia adalah sesuatu yang sangat fundamental dan eksistensial. Tanpa persatuan, tidak mungkin hadir bangsa yang besar ini yang namanya Indonesia.

Persatuan, menurutnya, menjadi azas yang paling kuat bagi terbangunnya solidaritas sosial, tanpa adanya rasa pemersatu, maka sedikit saja perbedaan itu bisa menjadi pemicu pecahnya bangsa Indonesia.

"Dengan nama persatuan pada tuah nama Perindo, saya berharap Partai Persatuan Indonesia selalu menjadi yang paling terdepan untuk menyuarakan pentingnya menjaga persatuan. Pentingnya menjaga fundamental yang diletakkan para founding fathers kita, sehingga keragaman itu menjadi keindahan," ungkapnya.

Artikel Asli