Kejutan Lanjutan Ruben Amorim: Punya Taktik Bagus, tapi Tak Dikenal

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 10:09
Kejutan Lanjutan Ruben Amorim: Punya Taktik Bagus, tapi Tak Dikenal

JawaPos.com Ruben Amorim tidak bosan menciptakan kejutan bersama Sporting CP. Musim lalu atau musim debutnya melatih tim tersebut, dia langsung mempersembahkan double winners .

Yakni, kampiun Primeira Liga untuk kali pertama bagi klub berjuluk Leoes itu setelah hampir dua dekade dan Taca da Liga (Piala Liga Portugal).

Musim ini, Amorim yang masih berusia 36 tahun itu sudah mempersembahkan Supertaca Candido de Oliveira (Piala Super Portugal).

Kemarin (25/11) kejutan lain ditorehkan Amorim dengan meloloskan Sporting CP ke fase knockout Liga Champions musim ini.

Meski masih menyisakan satu matchday fase grup alias masih ada kans poin Sporting CP disamai Borussia Dortmund, Leoes unggul head-to-head.

Kemenangan 3-1 di Lisbon kemarin lebih baik ketimbang BVB yang hanya menang 1-0 di Dortmund (29/9).

Lolos ke fase knockout Liga Champions kali terakhir dirasakan Sporting CP pada musim 20082009.

Namun, langkah rival FC Porto dan SL Benfica itu kemudian dihancurkan raksasa Jerman Bayern Muenchen dengan agregat 1-12.

Bisa dibilang, keberhasilan mengungguli BVB kemarin sekaligus pembalasan kepada wakil Bundesliga.

Kami masih punya banyak catatan di babak 16 besar. Meski, menurutku, tim ini semakin padu dengan para pemain beradaptasi baik (dengan strategiku, Red), ucap Amorim seperti dilansir ESPN .

Amorim memang menghadirkan revolusi dalam permainan Sporting CP. Dia menerapkan taktik tiga bek (3-4-3 atau 3-5-2) yang tidak populer dalam histori Leoes.

Meski awalnya dinyinyiri, persentase kemenangan yang dicatat Amorim dengan taktiknya bukan angka remeh. Yakni, 73,97 persen atau berasal dari 54 kemenangan dari total 73 pertandingan.

Meski punya statistik bagus, der trainer BVB Marco Rose tidak mengenal Amorim. Momen kocak terjadi pada konferensi pers sebelum laga.

Ketika Rose ditanyai jurnalis mengenai pendapatnya tentang Amorim, dia berkata tidak tahu siapa yang dimaksud.

Maaf. Itu (tidak mengenal pelatih lawan, Red) sangat memalukan. Dia adalah pelatih dengan taktik bagus, sayangnya aku tidak tahu namanya, tutur Rose seperti dilansir Bild .

Lantaran tidak enak dengan kejadian itu, Rose kemudian mengundang Amorim untuk minum bersama setelah pertandingan. Sikap Rose sangat bijaksana. Dengan senang hati aku memenuhi undangannya, ucap Amorim.

Artikel Asli