Suami Pembunuh Istri di Tegal Akhirnya Meninggal di RSUD dr Soeselo Slawi

Nasional | radartegal | Published at Jumat, 26 November 2021 - 09:45
Suami Pembunuh Istri di Tegal Akhirnya Meninggal di RSUD dr Soeselo Slawi

Sutrisno (32) alias Slamet, pelaku penusukan terhadap istrinya sendiri, Minggu (21/11) lalu, akhirnya meninggal dunia, Jumat (26/11), pukul 08.00 WIB.

Warga Desa Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal mengalami luka serius di leher dan perutnya, usai berusaha bunuh diri saat akan ditangkap polisi, Kamis (25/11) malam.

Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, dr Guntur Muhammad Taqwin SpAn MSc membenarkan jikapasien atas nama Sutrisno (35) meninggal dunia. Menurut Guntur, korban meninggal akibat luka tusuk di leher dan dada yang mengenai jantungnya.

"Pihak rumah sakit sudah berusaha melakukan penanganan maksimal sejak pasien masuk. Tapi tadi sekitar pukul 08.00 WIB, pasien atas nama Sutrisno (32) meninggal dunia," katanya.

dr Guntur tidak bisa menjelaskan lebih detail tentang kematian pelaku, dan menyarankan radartegal.com untuk menanyakannya ke pihak berwajib. Hanya saja, pelaku menghembuskan napas terakhirnyadiduga karena luka yang dialaminya sangat serius, utamanya di bagian leher dan dadanya.

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at melalui Kapolsek Lebaksiu, AKP Nugroho Santoso juga membenarkan nyawa pelaku penusukan tidak bisa diselamatkan. Korban meninggal di rumah sakit dengan luka tusuk di leher dan dada, yang dilakukan pelaku saat mencoba bunuh diri.

"Saya mendapat laporan dari anggota demikian. Pelaku meninggal dunia di rumah sakit," ucapnya singkat.

Sebelumnya diberitakan Sutrisno alias Slamet (32), warga Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal yang tega menusuk leher dan dada istrinya sampai tewas, Minggu (21/11) lalu, saat ini dirawat intensif di RSUD dr. Soselo Slawi.

Pelaku nekat berusaha bunuh diri dengan mencoba menusukkan pisau ke leher dan dadanya dengan pisau dapur. Beruntung aksi nekatnya itu berhasil dicegah personel Satreskrim Polres Tegal yang hendak menangkapnya, Kamis (25/11) malam. (guh/zul)

Artikel Asli