Pelatih Jago, Klub Loyo: Dortmund Susul RBL Tak Lolos ke Fase Knockout

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 09:43
Pelatih Jago, Klub Loyo: Dortmund Susul RBL Tak Lolos ke Fase Knockout

JawaPos.com Tiga musim terakhir di Liga Champions, tiga kali pelatih berkebangsaan Jerman sukses membawa tim asuhannya sebagai juara.

Thomas Tuchel bersama Chelsea musim lalu (20202021), Hans-Dieter Flick dengan Bayern Muenchen pada 20192020, dan Juergen Klopp (Liverpool FC, 20182019).

Capaian tersebut membuat jumlah pelatih asal Jerman telah menyamai jumlah pelatih dari Spanyol sebagai pemenang Si Kuping Lebar (10 orang).

Hanya berselisih satu dari para allenatore (pelatih asal Italia) sebagai yang paling sukses (11 orang).

Musim ini, dari 11 klub yang telah memastikan lolos ke fase knockout , tiga di antaranya dilatih der trainer .

Selain Tuchel dan Klopp, ada Julian Nagelsmann (Bayern). Jumlah itu merupakan yang terbanyak, tetapi bersanding dengan allenatore . Yakni, Carlo Ancelotti (Real Madrid), Simone Inzaghi (Inter Milan), dan Massimiliano Allegri (Juventus).

Ketika pelatih asal Jerman jago, klub asal Jerman malah tampil loyo di Liga Champions musim ini.

Baru Bayern yang memastikan tempat di babak 16 besar dan terancam satu-satunya. Itu terjadi setelah Borussia Dortmund (BVB) menyusul RB Leipzig (RBL) gagal mendapatkan tiket ke 16 besar.

Satu wakil Jerman lainnya, VfL Wolfsburg, memang masih berpeluang lolos. Tetapi, saat ini Die Wolfe notabene berstatus juru kunci di grupnya.

Malam yang mengerikan. Begitulah der trainer BVB Marco Rose menggambarkan kekalahan 1-3 oleh tuan rumah Sporting CP di Estadio Jose Alvalade, Lisbon, kemarin (25/11).

Kekalahan yang membuat BVB pasti finis ketiga di grup C atau di bawah AFC Ajax dan Sporting CP. Itu berarti Marco Reus dkk bakal melanjutkan kiprah di fase knockout Liga Europa.

Kami memiliki target besar untuk memenangi tiga kompetisi musim depan. Musim ini kami malah tersingkir dari Liga Champions. Pukulan yang besar, imbuh Rose yang menjalani musim pertamanya bersama BVB.

Sebagai perbandingan, musim lalu atau ketika menangani Borussia Moenchengladbach, Rose membawa timnya lolos ke 16 besar Liga Champions.

Itulah yang membuat petinggi BVB memberikan target kepada Rose untuk memenangkan trofi musim depan.

Forbes dalam analisisnya menulis, capaian buruk klub Jerman di Liga Champions musim ini bisa berdampak terhadap nilai komersial Bundesliga.

CEO BVB Hans-Joachim Watzke menyatakan bahwa klubnya menderita kerugian hingga EUR 116 juta (Rp 1,85 triliun) sejak pandemi Covid-19. Ditambah prestasi nihil di Liga Champions, neraca finansial BVB bisa semakin anjlok.

Bundesliga juga semakin sepi dari investor, ucap Watzke kepada Bild .

Aturan 50+1 atau investor tak bisa mempunyai saham mayoritas di klub Bundesliga juga menjadi penghalang.

Itu mungkin alasan Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman lebih tertarik pada klub medioker seperti Newcastle United meski banyak klub papan atas Bundesliga yang available .

Sepekan terakhir, Bundesliga pun diramaikan dengan Bayern yang mendapat tekanan dari fans supaya mengakhiri kerja sama dengan maskapai penerbangan Qatar, Qatar Airways.

Alasannya, Qatar dituding sebagai negara yang sering melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Artikel Asli