Sumedang Juara Kedua Inovasi Cegah Stunting Lewat Teknologi Informasi

Nasional | jawapos | Published at Jumat, 26 November 2021 - 03:48
Sumedang Juara Kedua Inovasi Cegah Stunting Lewat Teknologi Informasi

JawaPos.com Upaya pemerintah untuk mencegah stunting direspons dengan berbagai program oleh pemerintah daerah. Kabupaten Sumedang menjadi salah satu yang terbaik untuk upaya pencegahan stunting. Setidaknya, itu versi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Habibie Institute For Public Policy and Governance (HIPPG) dan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes).

Sebab, oleh ketiga institusi itu, Kabupaten Sumedang diganjar juara kedua Inovasi Cegah Stunting Kategori Penggunaan Teknologi Informasi. Penyerahan penghargaan dilakukan secara virtual kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Kepala Bappppeda Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati di Gedung Negara, Kamis (25/11).

Saya mengapresiasi kerja keras Kepala Bappppeda yang berhasil menjadi Juara II Inovasi Cegah Stunting dalam kategori Penggunaan Teknologi Informasi melalui inovasi I-Simpati, aplikasi yang berkaitan dengan sistem Informasi Pencegahan Stunting terintegrasi, ujar Dony.

Dikatakan Dony, penghargaan tersebut akan menjadi inspirasi bagi jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk bekerja lebih baik lagi. Pemda Sumedang akan terus melakukan berbagai inovasi dan bekerja keras menurunkan angka stunting menuju Sumedang Zero New Stunting untuk Indonesia Maju, katanya.

Bupati juga menambahkan, aplikasi i-Simpati merupakan pola pembangunan dengan pendekatan kolaboratif. Pemerintah bekerja sama secara pentahelix dengan Telkomsel membuat aplikasi i-Simpati untuk memantau perkembangan bayi, balita, dan anak-anak melalui gadget yang dipegang oleh kader Posyandu.

Sebagai bentuk pentahelix, Telkomsel membagi smartphone kepada 1.600 kader Posyandu untuk memantau jumlah kasus stunting pada setiap desa. Di aplikasi I-Simpati tercantum data by name by address yang langsung terintegrasi ke setiap SKPD, ujarnya.

Menurut Dony, dengan aplikasi tersebut akan didapatkan good data, good decision, and good result. Jadi semua berawal dari data. Dengan data yang baik dan benar akan menghasilkan keputusan yang baik dan hasil yang baik pula, katanya.

Dia juga berharap dengan diberikannya penghargaan tersebut akan memotivasi Pemkab Sumedang untuk terus berinovasi dalam menurunkan angka Stunting hingga mencapai angka sembilan persen pada 2023. Penanganan kasus stunting di Kabupaten Sumedang merupakan Indikator Kinerja Utama kami dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Karena Pemerintah hadir sebagai instrumen untuk mensejahterakan masyarakat, katanya.

Artikel Asli