Kecakapan Digital Tingkatkan Daya Kreativitas dan Imajinatif

Nasional | republika | Published at Jumat, 26 November 2021 - 08:03
Kecakapan Digital Tingkatkan Daya Kreativitas dan Imajinatif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Webinar Guru Digital Series #3 sukses digelar, pada Selasa (23/11). Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Universitas Nusa Mandiri (UNM) dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Inggris dan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK kota Depok.

Acara ini, menghadirkan keynote speaker Syafruddin Qomar, ketua MKKS SMK kota Depok. Sedangkan, narasumber yang hadir, ada dua. Narasumber pertama Umi Fadhilah selaku ketua MGMP Bahasa Inggris SMK kota Depok, juga sebagai instruktur nasional kurikulum 13. Lalu, narasumber kedua, Tati Mardiana selaku ketua program studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM).

Syafruddin Qomar menyampaikan, kerja sama dengan UNM dalam penyelenggaraan webinar guru digital diharapkan mampu menjadi media untuk menambah wawasan dan pengetahuan para guru. Khususnya, dalam menyiasati proses pembelajaran di masa pandemi.

Guru sangat berperan penting dalam pendidikan siswa/i generasi muda yang sangat erat dan dekat dengan teknologi digital. Sebab itu, guru pun harus terus memperbarui pengetahuannya tentang dunia digital, katanya dalam sambutan pembukaan acara webinar, Selasa (23/11).

Selanjutnya, Umi Fadhilah sebagai narasumber pertama mengatakan, selama pandemi, pembatasan kegiatan masyarakat terus diberlakukan dalam sebuah aturan yang ditentukan oleh pemerintah pusat, termasuk kegiatan belajar mengajar. Akibat dari keadaan ini, dunia digital menjadi primadona dan jadi suatu keharusan yang perlu diketahui.

Dunia digital menjadi pilihan untuk mengurangi terjadinya kontak fisik di masyarakat. Selama beradaptasi dengan kebiasaan baru, beberapa sektor kehidupan berjalan secara online termasuk dunia pendidikan, ujarnya dalam materi yang disampaikan, Selasa (23/11).

Oleh karena itu, katanya, keharusan beradaptasi dengan dunia digital berbasis online ini perlu adanya peningkatan pengetahuan literasi digital di masyarakat. Literasi digital merupakan kemampuan memanfaatkan teknologi, memaknai dan memahaminya, guna dipraktikkan ataupun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ungkapnya.

Ia pun menyebutkan, ada empat pilar literasi digital yakni cakap digital, etika digital, budaya digital dan aman digital. Ada empat komponen yang harus dikuasi guru berdasarkan konsep literasi digital, yakni kemampuan dasar literasi, pengetahuan informasi atau intelektualitas, terampil dalam bidang teknologi informasi komputer (TIK) dan memiliki sikap perspektif informasi. Semua itu, untuk memanfaatkan informasi digital dengan tata cara yang benar, katanya.

Sementara itu, Tati Mardiana selaku ketua program studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjelaskan tentang kecapakan digital. Saat ini, dunia pendidikan telah mengalami perubahan dalam kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran telah mengalami beberapa pergeseran kebiasaan diantaranya proses mendapatkan sumber belajar, yang tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Kemudian melalui internet, pengajar dan peserta didik, dapat mencari berbagai sumber informasi dalam berbagai format seperti, ppt, pdf, docx, video, gambar, dan lain sebagainya, paparnya.

Proses pencarian bahan pembelajaran, katanya, dapat melalui mesin pencarian yang banyak tersebar di berbagai media melalui internet. Mesin pencari ini, hadir sebagai gerbang masuk untuk mendapatkan informasi yang akan dicari di dunia maya atau internet. Setidaknya ada 10 top mesin pencari informasi yang dipercaya oleh masyarakat, yakni google, bing, yahoo, yandex, ecosia, ask, aol, baidu, duckduckgo dan internet archive, tegasnya.

Artikel Asli