Waspada Corona Gelombang Ketiga Legislator PDIP: Larangan Mudik Tanpa Kesadaran Masyarakat Tidak Cukup

Nasional | rm.id | Published at Jumat, 26 November 2021 - 07:10
Waspada Corona Gelombang Ketiga Legislator PDIP: Larangan Mudik Tanpa Kesadaran Masyarakat Tidak Cukup

Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta semua komponen bangsa memanfaatkan sisa waktu yang tinggal beberapa pekan lagi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan perjalanan (mudik) pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

"Keputusan larangan mudik itu sudah baik. Keputusan itu merupakan bentuk perlindungan negara terhadap masyarakat. Tapi saya harus sampaikan, aturan tersebut tidak akan cukup jika tidak disertai dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat untuk tidak mudik," ujar Rahmad Handoyo kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (26/11).

Politikus PDIP ini mengingatkan kembali kejadian tragis pada saat dan seusai Lebaran tahun ini. Kala itu, kata Rahmad, pemerintah sudah menerapkan aturan larangan mudik. Tetapi, aturan tinggal aturan.

Kenyataannya, masih sangat banyak masyarakat saat itu yang tidak peduli dan nekat pulang ke kampung halaman. Akibatnya, kasus Corona melonjak pada Juli. Ribuan orang meninggal setiap hari. Rumah sakit pun nyaris lumpuh.

"Tentu kita tidak mau kejadian memilukan usai lebaran lalu terulang di tahun baru nanti. Karena itu kesadaran untuk tidak mudik di hari libur Nataru ini harus terus disosialisasikan dan digelorakan," ingatnya.

Diingatkannya juga, untuk menghadapi ancaman virus Corona, termasuk menghalau kemungkinan terjadinya gelombang ketiga, upaya tidak akan berjalan efektif jika hanya dilakukan pemerintah. Pemerintah dengan seperangkat aturan, termasuk TNI-Polri, tidak akan sanggup mengawasi kalau memang kesadaran masyarakat untuk tidak mudik belum tumbuh.

Artinya, kita bisa mengendalikan Covid-19 dan mengubah pandemi jadi endemi jika semua elemen bangsa, termasuk masyarakat, bergerak bersama. Lagi pula, kita semua kan ingin selamat kan? Ya kita semua, pemerintah, masyarakat harus berjuang bersama. Kalau bukan kita yang memperjuangkan keselamatan kita, ya siapa lagi?" tutur Rahmad.

Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, semua komponen bangsa harus bergerak bersama menggelorakan semangat untuk tidak mudik demi keselamatan bersama.

Tokoh-tokoh adat, tokoh agama, politikus, para cendekiawan, pemuka masyarakat, harus saling mengingatkan masyarakat tentang adanya ancaman virus Corona.

"Sekali lagi, semua aturan yang dibuat tidak akan cukup kalau keinginan niat untuk mudik tinggi. Jadi saya kira yang paling penting. Artinya, Indonesia bisa terhindar dari gelombang ketiga Covid-19 jika kesadaran masyarakat untuk tidak mudik sudah ada," terangnya.

Soal kemungkinan adanya masyarakat yang memang harus mudik karena ada hal yang mendesak, Rahmad bilang, penting itu membedakan yang biasa dan yang urgent.

"Tapi kembali lagi, saya kira perlu ada kesadaran dalam masyarakat. Kalau memang tidak penting-penting sekali tidak usah mudik. Tapi kalau memang mengharuskan pulang karena ada sesuatu hal yang mendesak, ya itu manusiawi," tandas Rahmad.

Pemerintah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022. Dalam Inmendagri terbaru itu, pemerintah melarang masyarakat untuk mudik dan cuti saat libur Natal dan Tahun Baru. [OKT]

Artikel Asli