Listrik Tenaga Nuklir Ditarget Beroperasioanlisasi di Indonesia 39 Tahun Lagi

Nasional | radartegal | Published at Jumat, 26 November 2021 - 05:45
Listrik Tenaga Nuklir Ditarget Beroperasioanlisasi di Indonesia 39 Tahun Lagi

Peta jalan (roadmap) transisi energi baru terbarukan (EBT) menuju net zero emission pada 2060 mendatang sedang dipersiapkan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengungkapkan, dalam road map tersebut, tengah dicanangkan Pembangkit Listrik bertenaga nuklir (PLTN) pertama.

"Rencananya PLTN mulai beroperasi komersial (commercial operation date/COD) pada 2049 mendatang," kata Rida, pada acara Grand Launching Badan Logistik & Rantai Pasok Kadin Indonesia, Kamis (25/11).

Kendati direncanakan mulai beroperasi pada 2049, Rida menyatakan, bahwa realisasi tersebut bisa saja lebih cepat atau lambat bergantung dinamika di lapangan, seperti perkembangan teknologi dan ketersediaan pembiayaan.

"Indonesia sudah punya road map seperti ini, kalau you (internasional) mau bantu silahkan, tapi kalau tidak juga kita nggak minta-minta," ujarnya.

Rida menyebut, dengan target PLTN 40 GW pada akhir 2060, ada dua kunci dalam merealisasikan target tersebut. Pertama, political will atau kebijakan politik pemerintah.

"Kedua, sikap masyarakat dalam menerima transisi," pungkasnya.

Saat ini,90 persen listrik di Indonesia masih ditopang oleh energi fosil dan 65 persen diantaranya ditopang oleh batu bara. Banyaknya ketergantungan terhadap energi fosil ini, dipandang jadi alasan wajibnya transisi energi ke energi baru terbarukan untuk dilakukan.

"Suka tidak suka, listrik yang kita nikmati saat ini 65 persennya masih ditopang oleh batu bara, patut disayangkan. Tapi itu faktanya," tambah Rida lagi.

Rida menyebutdari 90 persen nyala listrik di Indonesia ditopang oleh energi fosil ini yang suatu saat akan habis. Hal ini juga yang disoroti oleh dunia internasional sebagai penyumbang kontribusi besar terhadap perubahan iklim.

Kita tahu energi fosil tak sustain dan artinya tak ada terus, besok lusa akan habis, lebih dari itu ada stigma internasional bahwa mereka-mereka (energi fosil) ini yang berkontribusi terhadap perubahan iklim, ujarnya.

Dengan demikian, kata Rida, transisi ke energi bersih merupakan suatu keharusan kedepannya. Menurutnya, saat ini Indonesia telah memulainya dengan membuat roadmap, namun poinnya apakah bisa dipercepat atau tidak. (der/zul)

Artikel Asli