Cegah Lonjakan Kasus akibat Libur Natal dan Tahun Baru

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Jumat, 26 November 2021 - 00:01
Cegah Lonjakan Kasus akibat Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA - Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan dua kunci sukses Indonesia dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru tanpa lonjakan kasus dengan menjaga prokes dan vaksinasi.

"Kunci kesuksesan kita menghadapi periode Natal dan Tahun Baru nanti ada dua, yaitu yang pertama kesadaran masyarakat untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak, serta tidak menunda-nunda untuk divaksin," ujar Wiku dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 yang diikuti di Jakarta melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (25/11).

Adapun kunci sukses kedua, menurut Wiku, adalah keseriusan pemerintah dalam pengawasan protokol kesehatan dan distribusi vaksin di wilayah yang cakupannya masih rendah.

Wiku mengatakan saat ini Indonesia dapat melakukan kegiatan masyarakat secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan. Meskipun sudah menjadi kebijakan, namun penggunaan masker tidak sepenuhnya diawasi dengan baik.

"Karena nyatanya, di beberapa tempat umum seperti terminal dan pasar rakyat masih banyak terjadi pelanggaran," ujar dia.

Oleh karena itu, kepatuhan protokol kesehatan harus diterapkan dan diawasi secara serius, dengan memastikan terdapat satgas di setiap tempat umum. Sebab jika lengah, potensi terjadinya kenaikan kasus akan semakin besar.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyebut penambahan kasus positif Covid-19, pada Kamis, mencapai 372 kasus dengan provinsi yang menyumbang penambahan kasus tertinggi yakni Yogyakarta sebanyak 79 kasus. Adapun DKI Jakarta menempati urutan kedua dengan penambahan 54 kasus, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat dengan masing-masing 45 kasus dan 44 kasus. Selanjutnya, Jawa Timur berada di posisi kelima dengan penambahan 32 kasus.

Menurut Kemenkes, pada Kamis, terdapat 25 provinsi dengan penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di bawah 10 kasus serta terdapat tujuh provinsi yang tidak mengalami penambahan jumlah kasus positif Covid-19, yaitu Jambi, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Sedangkan jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 di Tanah Air pada Kamis tercatat ada 16 pasien dengan Provinsi Jawa Tengah berada di urutan teratas karena delapan pasien meninggal.

Gelombang Ketiga

Pemerintah menyiagakan 1.200 rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gelombang ketiga penularan Covid-19 pada awal tahun 2022.

"Penyiapan rumah sakit rujukan itu merupakan salah satu strategi pemerintah menghadapi ancaman gelombang ketiga Covid-19," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, di Jakarta, Kamis (25/11).

"Rumah sakit yang menjadi rujukan ada 1.200 rumah sakit. Selain itu, ketersediaan oksigen juga terus dilengkapi. Belajar dari situasi yang lalu tentunya," katanya.

Keterbatasan ketersediaan oksigen medis untuk mendukung penanganan pasien sempat menjadi masalah saat gelombang kedua penularan Covid-19 menghampiri Indonesia, pada Juli 2021.

Nadia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengalihkan penggunaan 30 sampai 40 persen tempat tidur pasien di rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19 serta menyiapkan suplai oksigen dan alat kesehatan yang lain guna menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan penularan Covid-19.

Selain menyiagakan rumah sakit rujukan, pemerintah menyiapkan puskesmas untuk mendukung penanganan pasien Covid-19. Pemerintah juga menyiapkan tenaga kesehatan cadangan untuk menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan pasien Covid-19 di fasilitas-fasilitas kesehatan.

Artikel Asli