Perjuangkan Upah Buruh Setiap Tahun, Tapi Lupa Gaji Guru Memprihatinkan, Ganjar: Saya Nggregel

Nasional | radartegal | Published at Kamis, 25 November 2021 - 14:47
Perjuangkan Upah Buruh Setiap Tahun, Tapi Lupa Gaji Guru Memprihatinkan, Ganjar: Saya Nggregel

Dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional di SLB Negeri Semarang, Kamis (25/11), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sedih dengan kondisi guru di Indonesia.

Dia pun meminta bupati/wali kota se Jateng memberikan penghargaan pada guru khususnya mereka yang masih honorer.

Sebab sampai saat ini, masih banyak guru di Jawa Tengah yang berada di bawah naungan bupati/wali kota belum mendapatkan upah layak.

Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin upacara. Dalam pidatonya, Ganjar bahkan membandingkan nasib guru dengan nasib buruh yang mendapat perlakuan berbeda.

"Terus terang saya nggregel (sedih). Setiap tahun kita berdebat dan memperjuangkan gaji temen-temen buruh, tapi kita lupa pada ribuan guru di Tanah Air yang gajinya memprihatinkan," kata Ganjar.

Untuk guru yang berada di bawah naungan Pemprov Jateng, lanjut Ganjar, semua sudah mendapat gaji setara UMK. Namun mereka guru honorer SD - SMP yang berada di bawah naungan kabupaten/kota, banyak yang belum mendapatkan haknya secara layak.

"Makasaya mendorong para bupati dan wali kota dan DPRD kabupaten/kota untuk lebih memperhatikan nasib guru honorer. Saya harap tahun depan semua sudah bisa dapat gaji setara UMK," tegasnya.

Menurut Ganjar, tidak ada yang sulit untuk menaikkan gaji para guru honorer di daerah setara UMK. Semua bisa dilakukan, asal ada kemauan yang kuat.

"Tolong mereka dibayar setara UMK. Jangan bilang tidak ada. Kalau tidak ada, ya gaji kita (bupati/wali kota) yang dikurangi, jangan mereka guru honorer yang ditunda," tegasnya.

Sebab UMK itu, lanjut Ganjar, sangat kecil untuk penghargaan pada guru. Apalagi, UMK itu hanya upah minimum.

"Itu upah minimum lho, kasihan mereka. Padahal mereka sudah bekerja 5, 10 bahkan ada yang belasan tahun. Jadi tolong, saya mendorong semua memperjuangkan itu," tegasnya.

Lebih dari itu, Ganjar juga berpesan pada seluruh guru di tanah air khususnya di Jawa Tengah tetap menjadi panutan. Sebagai guru, mereka harus bisa digugu lan ditiru oleh seluruh anak didiknya.

"Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih sudah menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi emas. Terus berikan pendidikan karakter, ajarkan kasih sayang di antara mereka, jangan ajarkan mereka saling membenci pada sesama," pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Guru Nasional sendiri digelar berbeda di Jateng. Jika biasanya peserta upacara memakai seragam PGRI, kali ini peserta menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Ada yang berpakaian adat Lampung, Padang, Kalimantan, Bali dan lainnya. Ganjar sendiri tampil dengan memakai baju adat Makassar. (*/ima)

Artikel Asli