BPS Sebut Generasi Z dan Milenial Paling Terdampak Covid-19

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 14:31
BPS Sebut Generasi Z dan Milenial Paling Terdampak Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan penduduk Indonesia dari generasi Z dan milenial menjadi kelompok masyarakat yang paling terdampak kehilangan lapangan kerja akibat pandemi Covid-19 sejak 2021 lalu. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan, dua generasi menjadi yang paling terdampak karena mendominasi masyarakat angkatan kerja di Indonesia.

Generasi Z merupakan penduduk yang lahir periode tahun 1997-2012 atau yang saat ini berusia antara 8-23 tahun. Sementara generasi milenial yang lahir pada 1981-1996 atau berusia antara 24-39 tahun. Adapun angkatan kerja di Indonesia dimulai dari usia 15 tahun.

"Kalau dilihat dampak Covid-19 terhadap masyarakat berdasarkan kelompok umur, ternyata yang paling terdampak adalah ke generasi Z," kata Ateng dalam Workshop Wartawan di Jakarta, Kamis (25/11).

Sementara itu, dampak terhadap generasi milenial kebanyakan berupa pengurangan jam kerja. Ateng menuturkan, kedua generasi itu wajar menjadi angkatan kerja paling terdampak karena saat ini mendominasi dari total penduduk Indonesia.

Mengacu pada hasil sensus penduduk 2020, total penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa. Generasi Z memiliki porsi 27,94 persen atau yang terbesar dan kemudian diikuti oleh generasi milenial yang sebesar 25,87 persen.

Kepala BPS, Margo Yuwono, mengatakan, tahun depan BPS akan melakukan sensus penduduk lanjutan 2022 long form untuk melengkapi hasil sensus penduduk 2020. Pihaknya akan mengumpulkan data dari 4,3 juta sampel rumah tangga atau 268,4 ribu blok sensus.

"Parameter demografi ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan proyeksi penduduk secara valid sehingga kita bisa membayangkan komposisi penduduk dalam 20 tahun ke depan seperti apa," kata Margo dalam Workhskop Wartawan di Jakarta, Kamis (25/11).

Lebih detail, Margo menuturkan, pendataan long form akan ditujukan untuk dapat memperkirakan jumlah, distribusi, dan komposisi penduduk. Selain itu dapat diperoleh data untuk penghitungan parameter demografi yang terdiri dari kelahiran, kematian, dan migrasi.

Di satu sisi, sensus tersebut akan bermanfaat sebagai sumber data dari indikator angka kematian ibu.

"Kita juga dapat memperbarui data yang digunakan dalam penghitungan proyeksi penduduk," kata Margo.

BPS, kata Margo juga akan menyediakan data karakteristik penduduk dan perumahan. Sensus penduduk 2022 long form itu juga dijadikan data dari indikator kependudukan untuk SDGs yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain.

"Data yang dihasilkan berupa karakteristik penduduk, migrasi, pendidikan dan komunikasi, disabilitas, ketenagakerjaan, fertilitas, mortalitas, dan perumahan," ujar dia.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menambahkan, sensus penduduk lanjutan 2022 long form akan dilakukan pada Mei-Juni 2022. Adapun setiap sampel akan diajukan 83 pertanyaan.

Sensus lanjutan tersebut akan memperkuat hasil sensus penduduk tahun lalu yang mencatat total penduduk Indonesia per September 2020 sebanyak 270,2 juta jiwa. Adapun mayoritas penduduk Indonesia tercatat didominasi oleh generasi milenial yang lahir pada periode 1981-1996 sebanyak 25,87 persen.

Artikel Asli