Curah Hujan Tinggi Picu Genangan di Surabaya

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 25 November 2021 - 14:14
Curah Hujan Tinggi Picu Genangan di Surabaya

JawaPos.com Genangan dengan debit air cukup tinggi setelah hujan lebat menjadi momok bagi warga Surabaya. Bagaimana tidak. Lokasi genangan tidak hanya muncul di jalan-jalan raya. Air juga merendam bagian dalam rumah warga.

Insiden itu terjadi di sejumlah permukiman warga ketika hujan deras mengguyur Selasa sore hingga petang (23/11). Salah satunya di kawasan Siwalankerto, Wonocolo. Amir Nanda, 35, salah seorang warga, menuturkan, air mulai masuk rumahnya sekitar pukul 18.00.

Kian lama, airnya makin tinggi. Ketinggian air sampai menggenangi sofa dan lemari di ruang tamu rumahnya. Perabot akeh sing kelem, tuturnya.

Genangan air di gang perkampungan Siwalankerto sampai selutut orang dewasa. Durasi genangan juga cukup lama. Menurut Amir, air baru surut sejam berselang atau sekitar pukul 19.00. Kondisi seperti itu mengulangi kejadian sekitar lima tahun lalu. Sebenarnya sudah lama nggak banjir. Tapi, saat ini banjir lagi. Saluran kurang dalam, ujarnya.

Peristiwa serupa terjadi Jalan Kutisari. Di sana, genangan air di jalan raya sampai selutut orang dewasa. Banyak pengendara yang sulit melintas karena terjebak genangan air. Para pengendara motor pun harus menuntun kendaraannya karena knalpot terendam air. Pokoknya cukup parah, tutur Hananto, salah seorang warga setempat.

Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya tidak menampik kondisi itu. Kepala Bidang Pematusan DPUBMP Eko Yuli Prasetya menyampaikan, curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama munculnya genangan di sejumlah titik. Intensitas hujan juga lama, kata Eko.

Di sisi lain, kondisi saluran yang tidak representatif tidak mampu menampung tingginya debit air. Akibatnya, air meluap atau menggenang di jalan raya maupun perkampungan. Menurut Eko, kondisi genangan air bisa dilihat dari keadaan saluran. Jika kapasitas saluran kecil, genangan air tak bisa terhindarkan. Terhadap yang seperti ini, kita lakukan pembesaran saluran, tuturnya.

Pihaknya terus bekerja keras untuk mencegah terjadinya genangan. Selain melebarkan saluran, DPUBMP terus mengeruk saluran yang dangkal. Tujuannya, daya tampung air semakin banyak sehingga tidak mudah meluap.

Selain penanganan secara parsial per spot, pemkot berupaya mengurai genangan air dari hulu ke hilir. Salah satunya di kawasan Surabaya Barat. Persisnya di Lontar dan wilayah Wiyung. Di sana, pemkot akan membangun dua boezem baru sebagai daerah tangkapan air. Upaya lain, meninggikan sejumlah jembatan agar aliran air tidak tersendat.

Sesuai permintaan Pak Wali (Wali Kota Eri Cahyadi, Red), penanganan dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir, imbuh Eko.

Selama musim hujan, DPUBMP terus siaga. Instansi itu menyiapkan 1.400 anggota satgas. Selain itu, 62 rumah pompa disiagakan selama 24 jam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya Irvan Widyanto mengakui bahwa masih cukup banyak daerah genangan. Pada Selasa malam, misalnya, pihaknya mengidentifikasi sedikitnya 10 lokasi genangan. Ketinggian air bervariasi. Antara 2040 sentimeter. Itu dari laporan petugas di lapangan. Mungkin bisa lebih dari itu, katanya.

PENANGGULANGAN BANJIR DALAM ANGKA

1.400 satgas disiapkan.

62 pompa air disiagakan.

2 boezem akan dibangun di Surabaya Barat.

462,64 hektare daerah genangan.

22,22 menit rata-rata lama genangan.

10,92 cm rata-rata ketinggian genangan.

Sumber: Reportase Jawa Pos

Artikel Asli