Kreativitas Anak Muda Magelang, Kelola Lingkungan Bernilai Ekonomi

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 25 November 2021 - 14:06
Kreativitas Anak Muda Magelang, Kelola Lingkungan Bernilai Ekonomi

RADAR JOGJA Sekelompok anak muda yang merupakan karyawan Telkom Witel Magelang memiliki kepedulian tinggi dalam memelihara lingkungan. Wujudnya memunguti sampah di sebuah destinasi wiata. tepatnya di Desa Tuksongo tak jauh dari Objek Wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Mileneal Telkom Witel Magelang Milzam Danar Amadis menuturkan kawasaan wisata ini meproduksi sekitar 12 ribu ton sampah setiap harinya. Dari total tersebut sebanyak 30 hingga 40 persen adalah sampah plastik. Sayangnya dalam pengolahan sampah, belumlah efektif dan maksimal.

Padahal, sampah plastik bisa menjadi keuntungan alternatif yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat, asalkan kita tahu bagaimana mengolah dan mendaur ulang sampah plastik tersebut menjadi barang yang punya nilai jual, jelasnya dalam keterangan persnya Rabu (24/11).

Desa Tuksongo, salah satu desa yang tidak jauh dari Candi Borobudur. Kawasan ini sejatinya menyajikan nuansa yang asri khas pedesaan. Sayangnya perubahan mulai terjadi saat tingkat kunjungan wisatawan meningkat,

Perlahan kesadaran dalam mengelola dan mengolah sampah plastik tak optimal. Alhasil angka produksi terus melonjak drastis. Inilah yang membuat para pemuda Telkom Witel Magelang menggagas sebuah aksi bertajuk social movement.

Melalui kolaborasi dengan TPSB Balkondes binaan dari Telkom dapat mewujudkan gerakan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Salah satunya dengan #DaurBikinMakmur, yakni, membuat sistem pengolahan sampah salah satunya alat untuk mendaur ulang plastik, katanya.

Sampah-sampah plastik terlebih dahulu diubah menjadi potong kecil. Caranya dengan menggunakan alat yang sudah ada. Sebut saja shredder, injection hingga extrusion. Seluruhnya bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan pengolahan.

Kelompok ini juga memberikan edukasi ke masyarakat. Tujuannya agar memanfaatkan dan mengolah sampah plastik. Terutama yang dibuang oleh para wisatawan. Nama gerakan ini adalah #DaurBikinMakmur ini.

Kami juga memanfaatkan sampah organik yang dikumpulkan dari warga Desa Tuksongo untuk menghasilkan maggot atau baby larva dari lalat jenis tentara hitam, ujarnya.

Pertimbangan memilih maggot karena dianggap memiliki beberapa fungsi dan keuntungan. Maggot dewasa bisa dijual langsung ke konsumen sebagai bahan pakan ternak. Khususnya budidaya lele dan digunakan dalam proses pembuatan kompos non-organik.

Lewat program ini, kami memanfaatkan maggot yang dihasilkan melalui proses peleburan sampah organik untuk dijadikan pakan Lele, katanya.

Selain itu perkembangbiakan budi daya lele termasuk cepat dalam menghasilkan keuntungan. Program pengembangan TPS 3R Tuksongo Borobudur ini bekerjasama dengan Telkom Indonesia. Seluruh proses pengembangan saling berkaitan satu dengan lainnya.

Program tak hanya terfokus pada ramah lingkungan tapi juga sisi finansial. Harapannya dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Terutama dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah melalui program #DaurBikinMakmur.

Berkat program ini para inisator meraih Penghargaan Honorable Mention dalam BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS 2021). Menyabet kategori Creating Shared Value terhadap program pada Januari 2021, ujarnya.

GM Witel Magelang Mustadi menyambut positif kolaborasi ini. Selain terfokus pada lingkungan perputaran ekonomi warga. Berupa pemanfaatan sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Sesuai dengan Purpose Telkom Group yang ingin mewujudkan bangsa yang lebih sejahtera dan berdaya saing serta memberikan nilai tambah yang terbaik bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat. Melalui digitalisasi Daur Bikin Makmur akan menjadikan masyarakat lebih maju dan dapat dijadikan percontohan di tempat lain, katanya. (om9/dwi)

Artikel Asli