Hari Guru Nasional, Pemuda Perindo: Junjung Tinggi Jasa dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Nasional | sindonews | Published at Kamis, 25 November 2021 - 13:32
Hari Guru Nasional, Pemuda Perindo: Junjung Tinggi Jasa dan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

JAKARTA - Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November harus dijadikan momentum untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan menjunjung tiggi jasa guru. Sebab dari ilmu yang ditularkan para pendidik itulah, Indonesia kini memiliki generasi penerus bangsa yang berkualitas.

"Bangsa yang besar dan beradab adalah bangsa yang menjunjung tinggi jasa para guru di negaranya," kata Ketua Bidang Pendidikan dan Litbang DPP Pemuda Perindo Mohammad Fajar Ikhsan di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Fajar mengatakan kemajuan suatu bangsa ditentukan para pendidiknya. Merekalah yang akan melahirkan generasi-generasi penerus, pemimpin masa depan Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar dan bermartabat.

Berkaca dari Perang Dunia II, katanya, ketika Jepang luluh lantak oleh bom atom Amerika Serikat, Kaisar Hirohito tidak bertanya tentang bangunan apa yang hancur dan berapa jumlah tentara yang tewas. "Tetapi justru bertanya kepada para jenderalnya 'berapa jumlah guru yang tersisa'," katanya.

Bisa disimpulkan dengan adanya para guru, mereka akan mampu untuk bangkit dan belajar dari ketertinggalan serta kekalahan untuk memproduksi teknologi-teknologi canggih. "Seperti itulah seorang Kaisar Jepang melihat nilai yang ada dari para guru," ungkapnya.

Namun, dikatakannya, nasib guru di Indonesia saat ini masih jauh dari pemikiran seperti demikian. Terlebih, kesejahteraan para guru di negeri ini, termasuk kelayakan hidup para guru PNS, swasta maupun guru honorer masih di bawah rata-rata."Sudah seharusnya pemerintah melihat kembali tentang distribusi kesejahteraan dan keadilan bagi para guru di Indonesia," jelasnya.

Melihat fakta ini Fajar berharap, inisiatif dan kebijakan peningkatan serta penambahan gaji yang layak serta pemenuhan fasilitas-fasilitas lainnya kepada guru sangat perlu untuk dijalankan.

"Jangan biarkan kita larut dengan euforia tahunan setiap tanggal 25 November dalam merayakan Hari Guru. Sebagai bangsa beradab marilah kita menghargai, mencintai, dan memberikan kehidupan yang layak bagi para guru di Indonesia," tegas Fajar.

Artikel Asli