Kemenkes: Tidak Ada Klaster Baru dalam WSBK Mandalika

Nasional | republika | Published at Kamis, 25 November 2021 - 13:50
Kemenkes: Tidak Ada Klaster Baru dalam WSBK Mandalika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan tidak ada klaster baru Covid-19 dalam gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika 2021 Indonesia. Hal ini berkat disiplin pada protokol kesehatan yang ketat.

"Kegiatan di lapangan dapat berlangsung sesuai prokes. Peran lintas lembaga juga telah mendukung penerapan prokes tersebut, seperti ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan MGPA (Mandalika Grand Prix Association) melalui Event Organizer Diandra, kemudian Kemenkes dan BNPB," ujar Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI Riskiyana Sukandhi Putra melalui keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (25/11).

Riskiyana mengatakan, WSBK 2021 yang berlangsung 19 hingga 21 November 2021 telah memperlihatkan keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan Covid-19 saat kegiatan masyarakat berlangsung berdampingan dengan pandemi Covid-19. Sampai saat ini, kata Riskiyana, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tidak ada klaster baru COVID-19 pada ajang Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) maupun World Superbike (WSBK) yang telah berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional.

Berbagai upaya dilakukan untukpencegahan transmisi dan perlindungan kesehatan selama WSBK Mandalika berlangsung. Ia mengatakan, seluruh atlet, ofisial, dan tim diharuskan melakukan tes swab PCR tanpa pengecualian.

Riskiyana mengatakan hasil tes swab tersebut tercantum dalam aplikasi PeduliLindungi dan digunakan sebagai syarat untuk memasuki lokasi. Proses screening ketat juga diberlakukan terhadap seluruh peserta, penonton dan pekerja yang terlibat dalam ajang WSBK.

"Terdapat tiga titik untuk pengecekan protokol kesehatan dan skrining lainnya, seperti pengecekan suhu tubuh, status vaksin, dan keamanan," katanya.

Setelah melakukan check in dengan aplikasi PeduliLindungi, kata Riskiyana, hasil tes swab dipindai dan divalidasi oleh panitia. Bila hasilnya layak, maka orang yang bersangkutan diperbolehkan memasuki venue, sedangkan bila terkonfirmasi positif maka diwajibkan untuk isolasi.

"Fasilitas isolasi dan perawatan berupa tenda medis disiapkan di dalam dan luar sirkuit. Sedangkan ruang isolasi sementara dapat digunakan bila ada kasus positif, sebelum pasien tersebut dirujuk ke tempat karantina," katanya.

Selama acara berlangsung, kata Riskiyana, terdapat sistem pelaporan harian penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk deteksi kasus Covid-19. Tidak hanya di dalam lokasi, pengawasan ketat juga diterapkan pada lima titik pintu masuk ke Kawasan Mandalika, melalui koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Di lokasi tersebut juga tersedia fasilitas tes antigen bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat, katanya menambahkan. Pengawasan protokol kesehatan dilakukan petugas, terutama di titik atau lokasi kritis yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya massa.

Sedangkan bagi mereka yang melanggar, diberikan teguran langsung oleh pelaksana di lapangan dan sanksi lebih lanjut menyesuaikan aturan yang lebih umum seperti halnya penerapan PPKM. Sosialisasi, edukasi, dan fasilitas penunjang prokes juga disediakan di lokasi kegiatan untuk mendorong peserta maupun penonton tetap disiplin mencegah terjadinya penularan.

Hal ini disampaikan melalui tampilan grafis, petunjuk, ketersediaan masker gratis, maupun peringatan dari petugas di masing-masing bagian. Riskiyana menambahkan penerapan protokol kesehatan masih dapat ditingkatkan.

Misalnya, masih ditemukan ada orang yang belum menggunakan masker secara benar, sehingga memerlukan petugas untuk mengingatkan. Ia juga mengimbau, pada penyelenggaraan grand prix atau kegiatan selanjutnya, penguatan teknis panduan protokol kesehatan dan penyediaan tenaga pengawas seperti Satgas Covid-19 untuk mendukung penerapan prokes harus terus diperkuat.

Artikel Asli